Suara.com - Nama Arnold Putra kembali menjadi sorotan publik setelah Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berhasil memulangkannya ke Tanah Air, usai sempat ditahan otoritas Myanmar sejak Desember 2024.
Selebgram yang juga dikenal sebagai desainer ini sebelumnya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh pengadilan militer Myanmar atas tuduhan memasuki wilayah negara itu secara ilegal dan berinteraksi dengan kelompok bersenjata yang dikategorikan terlarang oleh pemerintah setempat.
Arnold Putra bukan nama asing di dunia fesyen maupun media sosial.
Ia kerap menuai kontroversi karena desainnya yang nyentrik dan ekstrem, termasuk karya yang menggunakan material dari bagian tubuh manusia.
Namun, kisah hidupnya jauh lebih kompleks dari sekadar unggahan Instagram dan produk fesyen unik.
Latar Belakang dan Karier
Arnold Putra lahir di Jakarta pada tahun 1995 dan tumbuh dalam lingkungan yang cukup berada.
Ia menempuh pendidikan di luar negeri, termasuk studi di bidang desain di Los Angeles, Amerika Serikat.
Kariernya sebagai desainer mulai dikenal publik internasional setelah ia menciptakan tas tangan yang disebut terbuat dari lidah buaya dan tulang manusia, yang ia klaim berasal dari donasi medis di Kanada.
Tas tersebut sempat dijual dengan harga fantastis, sekitar USD 5.000 atau setara Rp80 juta—dan mengundang kecaman luas karena dianggap tidak etis.
Baca Juga: Lolos dari 'Neraka' Myanmar, Selebgram WNI yang Divonis 7 Tahun Penjara Akhirnya Pulang!
Sejak saat itu, Arnold mulai dikenal sebagai “fashion provocateur” yang kerap mengangkat tema ekstrem dan simbolisme kematian dalam karyanya.
Sosok Eksentrik dan Penuh Kontroversi
Di luar dunia desain, Arnold aktif di media sosial, terutama Instagram, di mana ia membagikan potret dirinya dalam beragam ekspedisi ke daerah konflik dan komunitas terpencil. Ia mengaku tertarik dengan budaya-budaya lokal dan masyarakat adat.
Gaya hidupnya yang glamor namun penuh risiko menambah kesan misterius sekaligus kontroversial.
Tak hanya menuai pujian, gaya hidup Arnold juga memicu pertanyaan soal batas antara eksplorasi budaya dan eksploitasi.
Sejumlah media internasional bahkan mengaitkannya dengan penggunaan organ tubuh manusia dalam karya seninya, meskipun tuduhan tersebut tidak pernah dikonfirmasi secara resmi.
Ditangkap di Myanmar dan Dituduh Terlibat Kelompok Bersenjata
Arnold ditangkap pada 20 Desember 2024 oleh otoritas Myanmar. Ia dituduh memasuki negara itu secara ilegal melalui perbatasan Thailand dan menjalin hubungan dengan kelompok-kelompok pemberontak seperti People’s Defense Force (PDF) dan Karen National Liberation Army (KNLA), yang dikategorikan sebagai organisasi terlarang oleh junta militer Myanmar.
Tag
Berita Terkait
-
Lolos dari 'Neraka' Myanmar, Selebgram WNI yang Divonis 7 Tahun Penjara Akhirnya Pulang!
-
Akhir Penahanan Selebgram Arnold Putra di Myanmar: Dapat Amnesti, Dideportasi ke Bangkok
-
Dituduh Danai Pemberontak, Selebgram Arnold Putra Dibebaskan Berkat Diplomasi Menlu ke Myanmar
-
Cek Fakta: Benarkah Indonesia Segera Nyatakan Perang terhadap Myanmar?
-
Drama 8 Gol, Duel Myanmar vs Timor Leste Berakhir Imbang di Piala AFF U-23 2025
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan