Suara.com - Influencer kontroversial Lina Mukherjee kembali jadi sorotan usai menanggapi kebijakan pemerintah yang akan memblokir rekening tidak aktif selama tiga bulan.
Dalam unggahan video yang dibagikan ulang akun Instagram @lambegosiip pada Selasa, 30 Juli 2025, perempuan 35 tahun ini mengungkapkan kritik pedas terhadap langkah tersebut.
Diketahui, kebijakan pemblokiran rekening nganggur ini berasal dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).
Rekening yang tidak memiliki transaksi selama tiga bulan dianggap dormant atau tidak aktif dan berisiko disalahgunakan, misalnya untuk pencucian uang, judi online, hingga penipuan.
Tujuannya, demi mencegah rekening fiktif dan transaksi mencurigakan dalam sistem perbankan nasional.
Namun, Lina Mukherjee menilai langkah tersebut justru tidak masuk akal dan terkesan lucu.
Lewat potongan video berdurasi singkat, seleb TikTok yang sempat terseret kasus hukum ini menyampaikan pendapatnya secara blak-blakan.
"Kalian percaya enggak, kalau negara kita adalah negara yang super duper lucu. Satu, aku lihat berita kalau rekening yang sudah tiga bulan enggak dipakai, bakal dinonaktifkan," kata Lina Mukherjee.
Perempuan yang pernah divonis dua tahun penjara atas kasus penistaan agama itu mengungkapkan bahwa rekening tidak aktif belum tentu terkait aktivitas mencurigakan. Bisa jadi, menurutnya, pemiliknya memang sedang kesulitan ekonomi.
Baca Juga: 4 Fakta Viral Video Pegawai Bank Dibentak Nasabah, Buntut Rekening Nganggur Diblokir PPATK
"Rekening non aktif itu bisa jadi orangnya kismin dan bokek. Aku zaman dulu juga sering rekeningku mati, bikin lagi, mati, bikin lagi karena enggak bisa isi," ujarnya.
Lina juga menyentil kemungkinan penyalahgunaan sistem oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dia menyebut, daripada menargetkan rekening milik masyarakat kecil, negara seharusnya lebih fokus pada pelaku kejahatan keuangan berskala besar.
Lina Mukherjee memberikan saran brilian bagi pemerintah untuk memindahkan uang di rekening para pelaku korupsi dan pencucian uang ke rekening masyarakat tidak mampu.
"Yang ada negara itu kayak orang yang money laundry, korupsi, judol, itu ambil uangnya dan isi ke rekening-rekening orang yang tidak mampu, menurutku lho ya," tutur Lina membeberkan idenya.
Untuk diketahui, PPATK menegaskan bahwa dana dalam rekening yang diblokir tetap aman.
Pemblokiran hanya bersifat sementara, dan pemilik rekening bisa mengajukan keberatan untuk mengaktifkan kembali rekeningnya melalui formulir daring.
Kendati begitu, tak sedikit warganet yang mengaku waswas dan mempertanyakan efektivitas serta dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat kecil.
Pernyataan Lina Mukherjee ini pun langsung menuai berbagai reaksi dari publik. Namun kali ini, sebagian besar netizen mendukung dan menyebutnya mewakili keresahan masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Suara Live: 3 Bulan Nganggur, Rekening Diblokir? Kebijakan PPATK Ini Tuai Kontroversi!
-
Tabungan Tidak Aman? Pakar Ungkap Risiko Pemblokiran Rekening Pasif oleh PPATK
-
Rekening Nganggur Bisa Diblokir Sepihak, BPKN: Pelanggaran Hak Konsumen
-
Apakah Rekening Diblokir PPATK Bisa Dibuka Kembali? Ini Tips agar Tak Ikut Jadi Sasaran
-
Duit Halal Bukan Hasil Korupsi Kena Sandera PPATK, Wanita Ini Jerit Rekening Pribadi Kena Blokir
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Kenapa Sabun Mandi Tidak Boleh untuk Wajah? Ini Alasan Pentingnya
-
Ulasan A Model Family: Menimbang Moralitas di Tengah Desakan Kehidupan
-
Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah
-
5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!
-
Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold
-
Menemukan Ruang Sunyi dalam Selamat Menunaikan Puisi Karya Joko Pinurbo