Suara.com - Trans TV akan menayangkan film bertema perang Amerika Serikat melawan Jepang berjudul Midway. Film garapan Roland Emmerich ini dirilis pada 2019 ini menyuguhkan sebuah epik perang dengan pendekatan yang terasa klasik.
Tayang malam ini pukul 21.00 WIB di Trans, berikut sinopsis film Midway.
Ketika nama Roland Emmerich muncul, penonton biasanya akan teringat pada film-film bencana berskala masif seperti Independence Day atau The Day After Tomorrow.
Namun pada tahun 2019, sutradara ini kembali ke genre drama sejarah dengan Midway, sebuah proyek ambisius yang menggambarkan salah satu pertempuran laut paling menentukan dalam Perang Dunia II.
Dibintangi oleh jajaran aktor papan atas seperti Ed Skrein, Patrick Wilson, Woody Harrelson, Luke Evans, dan Aaron Eckhart, film ini menyajikan sebuah epik perang tanpa kompromi dalam merayakan heroisme.
Kisah Nyata Titik Balik di Pasifik
Berbeda dengan film perang modern yang sering mengeksplorasi ambiguitas moral, Midway memilih jalur yang lebih lugas: merayakan pengorbanan, determinasi, dan keberanian para prajurit.
Alur ceritanya merangkum enam bulan pertama yang krusial setelah serangan mendadak Jepang di Pearl Harbor.
Cerita dimulai dengan kehancuran pangkalan angkatan laut Amerika, sebuah adegan yang ditampilkan kembali dengan efek visual yang menggelegar.
Baca Juga: Fadli Zon Ogah Komentari Kualitas Film Kartun Merah Putih One for All: Saya Belum Nonton!
Dari sana, film ini membawa penonton mengikuti berbagai peristiwa penting, mulai dari Serangan Doolittle ke Tokyo yang dipimpin Letkol James Doolittle (Aaron Eckhart) hingga momen puncaknya: Pertempuran Midway.
Fokus utama narasi terletak pada dua pilar: para penerbang Angkatan Laut yang nekat dan para perwira intelijen yang bekerja di belakang layar.
Di kokpit pesawat, kita diperkenalkan pada pilot pemberani Dick Best (Ed Skrein), seorang penerbang berbakat yang berapi-api untuk "menaruh bom 500 pon di cerobong asap mereka" sesegera mungkin.
Sementara itu, di pusat komando Pearl Harbor, perwira intelijen Edwin Layton (Patrick Wilson) berjuang meyakinkan atasannya, termasuk Laksamana Chester Nimitz (Woody Harrelson), tentang rencana Jepang untuk menyerang atol strategis bernama Midway.
Keberhasilan tim Layton dalam memecahkan kode rahasia Jepang menjadi kunci yang memungkinkan Angkatan Laut AS mempersiapkan penyergapan tak terduga.
Visual Megah yang Menutupi Karakter Dangkal
Sebagai sebuah film Roland Emmerich, Midway tidak mengecewakan dalam hal tontonan visual.
Sutradara ini mengerahkan keahliannya untuk menciptakan adegan pertempuran udara yang intens dan mendebarkan.
Penonton diajak merasakan ketegangan saat pesawat-pesawat pengebom tukik Amerika menukik tajam untuk menyerang kapal induk Jepang.
Rekonstruksi pertempuran laut, lengkap dengan pesawat yang lalu-lalang dan kapal induk raksasa, berhasil diciptakan secara meyakinkan meskipun sangat bergantung pada CGI.
Namun, di balik spektakel tersebut, beberapa kritikus menyoroti kelemahan film ini.
Dengan begitu banyak karakter historis yang diperkenalkan dalam durasi 138 menit, film ini kesulitan untuk mengembangkan mereka secara mendalam, membuat beberapa karakter terasa datar.
Dialognya pun sering kali dianggap klise dan kaku, tenggelam di antara ledakan dan deru mesin pesawat.
Kritikus dari The Guardian bahkan menyebut bahwa film ini "menggali setiap klise film perang yang usang".
Akibatnya, penonton yang tidak akrab dengan sejarah Perang Pasifik mungkin akan kesulitan untuk melacak siapa saja tokoh yang muncul di layar.
Meskipun demikian, Midway berhasil menyampaikan pesannya dengan jelas: ini adalah kisah tentang pahlawan nyata yang melakukan tindakan-tindakan luar biasa.
Film ini secara akurat menyoroti bagaimana kombinasi antara keberanian di medan perang dan kecerdasan dalam analisis intelijen menjadi faktor penentu kemenangan Amerika.
Setiap penerbangan yang dilakukan para pilot digambarkan sebagai misi bunuh diri, namun didorong oleh semangat untuk membela negara mereka.
Emmerich juga berusaha menyajikan perspektif dari pihak Jepang, menampilkan Laksamana Isoroku Yamamoto, Chuichi Nagumo, dan Tamon Yamaguchi untuk memberikan gambaran yang lebih seimbang tentang pertempuran tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Fadli Zon Ogah Komentari Kualitas Film Kartun Merah Putih One for All: Saya Belum Nonton!
-
Revolusi Sinema Indonesia: Film Diponegoro Hero Sepenuhnya Dibuat dengan Kecerdasan Buatan
-
Cek Fakta: Film Animasi Merah Putih One for All Berlatar Gudang Senjata
-
Bergenre Dark Comedy, Sinopsis Tinggal Meninggal: Antara Duka dan Perhatian
-
Vidio Buka Jalan Jadi Sineas, Gandeng Joko Anwar dan Mira Lesmana untuk Mentoring Langsung
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Bukan Sinetron Biasa, Dunia Tanpa Tuhan Angkat Komedi Gelap dan Ironi Iman di Pinggiran Jakarta
-
Adu Karier Fajar Sadboy dan Indra Frimawan, Siapa yang Lebih Bersinar?
-
Resmi Menikah, Reza SMASH Gelar Akad di KUA dan Pamer Foto Anti-Mainstream
-
Masa Lalu Terbongkar! Maia Estianty Pernah Panjat Pagar Demi Masuk Kos-kosan
-
Akun YouTube Cuma Ditawar Rp300 Juta, Farida Nurhan Tolak Mentah-Mentah
-
Pecinta Buku Wajib Tahu! Ini 5 Film Adaptasi Novel Tayang di Bioskop 2026
-
Berani Ludahi Fajar Sadboy, Lisa Mariana Kenang Podcast Bareng Indra Frimawan: Host Teraneh!
-
Ratu Rizky Nabila Dicap Pelakor, Pesulap Merah Pasang Badan: Dia Wanita Baik
-
Dinilai Terlalu Sensual, 4 Fakta Kontroversial Film Wuthering Heights Versi Margot Robbie
-
'Banyak Orang Indonesia Kesepian', Alasan Marapthon Season 3 Reza Arap cs Ramai Penonton?