Suara.com - Musisi dan dokter, Tompi lagi-lagi menjadi perbincangan hangat. Tompi tak selesai mengkritik pemerintah perihal royalti musik, karna dianggap semakin lama semakin tidak masuk akal.
Pada sebuah video yang beredar diunggah di akun Instagram @foryouinfo.update, Tompi mengutarakan kekesalannya pada pemerintah terkait kebijakan royalti music.
“Semua pengen sejahtera, musisi pengen sejahtera, tapi jangan dimanfaatkan isu kesejahteraanya,” kata dia dikutip Senin (18/8/2025).
Menurut Tompi, keresahan ini bukanlah isu baru. Ia mengaku telah berulang kali mendiskusikan masalah ini, namun tak kunjung menemukan titik terang.
Tompi menyebutkan, permasalahan ini tak kunjung selesai, karna orang-orang didalamnya tidak pernah berganti, sebutnya didalam video tersebut.
“Gimana mau berharap perubahan? kalau orangnya itu lagi, itu lagi. Kita ganti tangan kanan ke tangan kiri buat makan saja susah. Gimana mau ganti Ideologi? Susah,” ujarnya dengan kesal.
Tompi mengatakan, isu persoalan royalti musik ini benar-benar mengerikan, banyak musisi-musisi jadi takut untuk membawakan lagu karna harus membayar royalti tersebut.
Tompi juga merasakan, bayaran yang didapat tidak seberapa, tapi yang dibayarkan malah lebih besar. Tompi sebut, hal ini sangatlah gila.
“Saya mau nyanyi lagu saya sendiri saja harus bayar, yang saya setor lebih besar daripada yang saya terima pertahun, kan gila,” ucapnya.
Baca Juga: PHRI Soroti Tarif Royalti Musik Restoran hingga Hotel: Dinilai Terlalu Bervariasi
Tompi berharap hal ini segera diselesaikan. Menurutnya, orang-orang yang memang tidak berkompeten segera diganti agar persoalan royalti ini tidak lagi menjadi masalah.
“Sudah saatnya di geser-geseran itu yang gak beres-beres,” ucapnya.
Sebelumnya Tompi keluar dari keanggotaan Wahana Musik Indonesia (WAMI). Keputusan radikal ini merupakan puncak dari kekecewaan panjang terhadap sistem pengelolaan royalti yang dianggap tidak transparan dan tidak masuk akal, dikutip Senin (18/8/2025).
Tompi banyak menyuarakan tentang isu persoalan royalti musik ini. Namun, sampai saat ini belum mendapatkan kepastian ujung dari permasalahan ini.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
-
Mie Gacoan Bayar Rp2,2 M Buat Royalti, Cholil Mahmud Sebut Jadi Ujian LMKN Baru: Ke Mana Larinya?
-
Ramai Royalti Musik di Pernikahan, Cholil Mahmud Punya Pendapat Bijak
-
Kapan CPNS 2025 Dibuka? Begini Cara Cek Formasi untuk Lulusan D3 dan S1!
-
Cholil Mahmud Soroti LMKN Baru: Momentum Bikin Publik Percaya Lagi
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Erika Carlina Ikutan Geram Okin Jual Rumah Anak Rachel Vennya: Keterlaluan!
-
Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
-
Fall 2 Tayang Agustus 2026, Hadirkan Sensasi Ketegangan Seperti Film Pertama
-
Comeback Lewat Film Desember Jani, Sigi Wimala Juga Siap Rilis Novel
-
Iqbaal Ramadhan Kembali Jadi Produser Eksekutif, Fokus Bikin Film Bagus Ketimbang Kejar Cuan
-
Sempat Ngibrit, Reza Arap Bilang Begini soal Dijodohkan dengan Fuji
-
Menari dengan Bayangan Album Hindia Diangkat ke Film, Baskara Putra Jadi Produser Eksekutif
-
Mengenal Makna Filosofis Tedak Sinten Andrew, Anak Erika Carlina Pilih 2 Benda Ini
-
The Book of Eli: Misi Suci di Ujung Kiamat, Malam Ini di Trans TV
-
7 Film Baru dari Palari Films, Gandeng Iqbaal Ramadhan hingga Hindia