Suara.com - Panggung Istana Merdeka pada upacara 17 Agustus baru-baru ini tak hanya menjadi saksi perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebuah agenda diam-diam Gustika Fardani Jusuf, cucu Bung Hatta.
Gustika mencuri perhatian karena pilihan busananya yang sarat makna.
Ia mengenakan kebaya hitam yang dipadukan dengan kain batik motif slobog.
Dalam tradisi Jawa, motif slobog identik dengan upacara pemakaman, melambangkan duka cita dan harapan agar arwah yang meninggal mendapat kelancaran.
Pilihan Gustika bukanlah tanpa alasan. Melalui pakaiannya, ia mengirimkan pesan tajam kepada pemerintah dan publik, yaitu sebuah kritik bahwa keadilan bagi para korban pelanggaran HAM berat di masa lalu masih menjadi utang yang belum terbayar.
Gustika juga memakainya saat hadiri Aksi Kamisan, sebuah protes yang digelar tiap hari Kamis di depan Istana Negara. Protes ini menuntut pemerintah dalam penuntasan pelanggaran HAM dan kekerasan di Indonesia.
Aksi simbolik Gustika adalah contoh nyata bagaimana fashion dapat menjadi medium perlawanan politik yang kuat.
Fenomena ini sejajar dengan apa yang terjadi di Amerika Serikat melalui gerakan Black Dandyism, sebuah tradisi berbusana kaum kulit hitam yang bukan sekadar soal gaya, tetapi juga deklarasi identitas dan perlawanan.
Gerakan ini bahkan mendapat sorotan global saat menjadi tema utama Met Gala 2025 di New York, "Superfine: Tailoring Black Style".
Baca Juga: Sosok Gustika Hatta: Pengkaji Perang Lulusan London yang 'Serang' Prabowo-Gibran di Istana
Black Dandyism adalah sebuah revolusi mode yang akarnya tertanam dalam sejarah panjang perlawanan dan kebanggaan kaum kulit hitam di Amerika.
Ini adalah praktik berbusana yang bertujuan menolak label negatif, membalikkan stereotip, dan menegaskan eksistensi di ruang sosial yang seringkali meminggirkan mereka.
Secara visual, gaya ini identik dengan setelan jas yang dirancang khusus, potongan rapi, rompi elegan, sepatu kulit mengilap, dan permainan warna serta pola yang berani.
Namun, esensinya jauh lebih dalam. Di dunia yang secara historis sering merendahkan martabat orang kulit hitam, berpenampilan necis dan elegan menjadi sebuah tindakan subversif.
Monica L. Miller, seorang profesor studi Afrika, menulis bahwa Black Dandyism adalah respons terhadap sejarah perbudakan di mana orang Afrika "tiba di Amerika secara fisik dan metaforis telanjang."
Dengan demikian, berbusana menjadi cara untuk merebut kembali tubuh mereka dan menemukan artikulasi diri yang tegas.
Tag
Berita Terkait
-
Gustika Hatta Viral usai Sebut Presiden Penculik, Ini Riwayat Pendidikan dan Aktivismenya
-
Seperti Apa Keseharian Cucu Bung Hatta? Gustika: Hidup Tanpa Dicariin Kerja sama Orangtua
-
Gustika Keturunan Bung Hatta ke Berapa? Jadi Sorotan Usai Kritik Pemerintah
-
Pendidikan Gustika Hatta, Pantas Berani Sebut Indonesia Dipimpin Penculik dan Anak Haram Konstitusi
-
Siapa Gustika Hatta? Sindir Anak Haram Konstitusi di HUT RI: Berjoget di Atas Penderitaan Rakyat!
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Virgoun di Big Bang Festival: Cerita Last Child Nyaris Bubar, Siap Sambut 2 Dekade
-
5 Fakta Menarik Stranger Things: Tales from '85, Spin-off Versi Animasi di Netflix
-
Sinopsis Drakor Honour, Ajang Comeback Lee Na Young yang Angkat Kisah 3 Pengacara Perempuan Tangguh
-
Galang Dana buat Bencana Sumatra, Big Bang Festival Kumpulkan Rp22 Juta
-
Fairuz A Rafiq Geram Insanul Fahmi Bilang I Love You ke Inara Rusli dan Mawa
-
Stranger Things Finale: Siapa Saja Korban Tewas dan Apa yang Terjadi dengan Eleven?
-
7 Film Indonesia Terlaris yang Disutradarai Komika, Agak Laen: Menyala Pantiku! Saingi Jumbo
-
Devano Danendra Resmi Buang Nama Belakang, Ini Alasan di Balik Keputusannya
-
Viral Bareng Sal Priadi, Kasus Sitok Srengenge Ternyata Mangkrak
-
Penjelasan Ending Stranger Things 5 Finale, Jawab Misteri Paling Besar