Entertainment / Music
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 11:10 WIB
Romaria comeback dengan lagu "Ujung Jalan. [Instagram]

Lahirnya "Ujung Jalan": Proses Kreatif yang Menguras Emosi

"Ujung Jalan" bukan sekadar lagu yang disodorkan untuk dinyanyikan.

Bekerja sama dengan tim kreatif Wahana Musik, Romaria terlibat langsung dalam setiap detailnya melalui serangkaian workshop intensif.

Dia tak hanya meminjamkan suaranya, tetapi juga menuangkan isi hati dan gagasannya ke dalam struktur lirik dan notasi.

Keterlibatan mendalam ini membuat lagu tersebut terasa sangat personal baginya.

Hasilnya adalah sebuah balada dengan aransemen megah yang berhasil menyentuh sisi rapuhnya.

"Aku suka banget aransemennya, mewah dan indah. Pas rekaman, aku sampai pengen nangis karena terharu," ujarnya.

Momen emosional di studio rekaman itu menjadi bukti betapa lagu ini merepresentasikan transformasinya secara utuh.

Visual Indah di Tengah Dinginnya Bandung: Cerita di Balik Video Klip

Baca Juga: Lelah Disakiti? Mini Album Maisha Kanna Jadi Pembuktian Bahagianya Jatuh Cinta

Untuk menerjemahkan melodi "Ujung Jalan" ke dalam visual, Bandung dengan pesona kebun tehnya dipilih sebagai lokasi syuting video musik.

Proses produksinya menghadirkan tantangan tersendiri.

Romaria harus berjuang melawan udara dingin yang menusuk tulang saat berganti kostum demi mendapatkan gambar terbaik.

"Cuaca dingin banget, aku harus ganti beberapa baju, termasuk yang panjang-panjang. Tapi justru itu pengalaman berkesan. Alamnya indah banget, ada jembatan, pohon, kebun teh, semuanya terasa pas dengan lagunya," tuturnya.

Perpaduan antara keindahan alam, visual sinematik, dan melodi yang menyentuh diharapkan dapat memberikan pengalaman mendalam bagi para penikmat musiknya.

Bukan Sekadar Nostalgia: Visi Jangka Panjang di Industri Musik

Kembalinya seorang mantan penyanyi cilik sering kali dianggap sebagai proyek nostalgia.

Namun, tim di baliknya menegaskan bahwa ini adalah langkah strategis untuk membangun fondasi karier Romaria sebagai solois dewasa.

Jon, salah satu produser yang terlibat, melihat potensi besar dalam dirinya yang melampaui sekadar kemampuan vokal.

"Romaria ini terlahir sebagai entertainer. Bukan cuma suara, tapi juga energi yang bisa bikin orang lain terhibur. Comeback ini bukan sekadar eksperimen, tapi awal dari perjalanan panjang," ucapnya.

Untuk saat ini, fokus utamanya adalah memantapkan posisinya sebagai solois, meski pintu kolaborasi dengan musisi lain tetap terbuka di masa depan.

Rangkaian promosi pun telah disiapkan secara matang.

Akhir bulan ini, Romaria akan menyapa penggemar di Jakarta dan Bandung melalui kunjungan media dan penampilan akustik di beberapa kafe.

Rencana roadshow yang lebih besar juga tengah digodok untuk bulan Oktober, menargetkan audiens muda yang aktif di platform digital.

Meski sadar persaingan kian ketat, Romaria optimistis karyanya bisa diterima.

Baginya, musik adalah medium untuk berbagi cerita dan perasaan.

"Semoga pendengar bisa ngerasain apa yang aku rasain. Aku enggak mau nikmati sendiri, aku pengen orang lain juga bisa suka sama karya ini," tuturnya.

Load More