Suara.com - Indosiar Jumat (29/8/2025) malam ini pukul 23.00 WIB akan menyuguhkan film Ride On yang dibintangi Jackie Chan.
Film yang dirilis pada 2023 ini menampilkan cerita Jackie Chan yang mantan stunman film-film laga, namun kini mulai menua dan harus menghadapi realita hidup.
Bagaimana cerita film Ride On? Simak sinopsi lebih lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Pada 2023, legenda hidup perfilman aksi Jackie Chan, kembali ke layar lebar dengan film terbarunya, Ride On.
Disutradarai dan ditulis oleh Larry Yang, film ini bukan sekadar tontonan aksi biasa, melainkan sebuah penghormatan yang menyentuh hati terhadap warisan karier Jackie Chan sebagai seorang stuntman dan aktor.
Ride On berhasil memadukan aksi komedi khas Chan dengan drama yang mendalam tentang penuaan, warisan, dan hubungan keluarga, menjadikannya tontonan wajib bagi penggemar lama maupun penonton baru.
Film ini memperkenalkan kita pada Lao Luo (Jackie Chan), seorang stuntman veteran yang dulunya adalah seorang legenda di industri film Tiongkok.
Namun, di era modern, ia hidup dalam kemiskinan dan terlupakan, hanya ditemani oleh kuda kesayangannya yang cerdas dan setia, Larry.
Kuda ini, yang juga merupakan bintang stunt terlatih, adalah satu-satunya peninggalan berharga Luo dari masa kejayaannya.
Baca Juga: Shattered: Film Thriller Psikologis tentang Kekayaan dan Keserakahan, Malam ini di Trans TV
Ketika Luo terancam kehilangan Larry karena masalah hukum dan utang, ia terpaksa mencari bantuan dari putrinya yang telah lama terasing, Xiao Bao (Liu Haocun), seorang mahasiswa hukum yang tidak menyetujui gaya hidup ayahnya yang berbahaya.
Awalnya, hubungan antara Luo dan Xiao Bao sangat tegang. Xiao Bao masih menyimpan dendam atas pengabaian ayahnya di masa lalu, yang selalu mengutamakan pekerjaannya sebagai stuntman di atas segalanya.
Namun, seiring berjalannya waktu, dan melalui serangkaian peristiwa yang melibatkan upaya untuk menyelamatkan Larry serta pertemuan dengan mantan rekan-rekan stuntman Luo, Xiao Bao mulai memahami dan menghargai pengorbanan serta semangat ayahnya.
Film ini secara cerdik menggunakan flashback ke adegan-adegan ikonik dari film-film Jackie Chan sebelumnya, menunjukkan betapa berbahayanya pekerjaan seorang stuntman dan mengapa Luo begitu mencintai profesinya.
Momen-momen ini tidak hanya berfungsi sebagai nostalgia bagi penggemar, tetapi juga sebagai alat naratif untuk menjelaskan karakter Luo dan hubungannya dengan putrinya.
Salah satu daya tarik utama Ride On adalah chemistry yang luar biasa antara Jackie Chan dan kuda Larry.
Kuda ini bukan hanya properti, melainkan karakter yang memiliki kepribadian, bahkan melakukan stunt yang mengesankan bersama Jackie.
Hubungan antara Jackie dan Larry adalah inti emosional film ini, memberikan banyak momen komedi yang hangat dan menyentuh.
Penampilan Jackie Chan sendiri patut diacungi jempol. Di usianya yang ke-69 saat film ini dirilis, ia masih menunjukkan kelincahan dan karisma yang tak tertandingi dalam adegan aksi.
Namun, yang lebih menonjol adalah kemampuannya untuk menyampaikan kerentanan dan kesedihan seorang pria yang berjuang untuk relevan di dunia yang terus berubah.
Jackie memberikan salah satu penampilan paling emosional dalam kariernya, menunjukkan sisi dramatis yang mendalam di balik persona action-hero yang kita kenal.
Film ini juga secara efektif membahas tema-tema seperti penuaan, warisan, dan pengorbanan dalam industri film.
Melalui karakter Lao Luo, Ride On merenungkan harga yang harus dibayar oleh para stuntman demi hiburan penonton, baik secara fisik maupun pribadi.
Ada momen-momen reflektif yang kuat tentang bahaya pekerjaan stunt dan bagaimana para pahlawan di balik layar seringkali terlupakan.
Film ini adalah surat cinta kepada semua stuntman yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk seni ini, dan sekaligus pengingat akan kontribusi tak ternilai Jackie Chan sendiri.
Meskipun Ride On memiliki beberapa adegan aksi yang dirancang dengan baik dan khas Jackie Chan, termasuk pertarungan yang cerdas dan penggunaan lingkungan sekitar sebagai senjata, fokus utamanya adalah pada drama dan emosi.
Film ini tidak mencoba untuk menjadi film aksi blockbuster yang penuh ledakan, melainkan lebih memilih untuk mengeksplorasi hubungan antar karakter dan perjuangan pribadi Lao Luo.
Beberapa kritikus mungkin menemukan bahwa plotnya sedikit klise atau pacing-nya terkadang melambat, namun pesan emosionalnya tetap kuat.
Secara keseluruhan, Ride On adalah film yang mengharukan dan menghibur.
Ini adalah sebuah perayaan atas karier luar biasa Jackie Chan, sekaligus sebuah kisah universal tentang keluarga, pengampunan, dan menemukan kembali tujuan hidup.
Bagi siapa pun yang tumbuh besar dengan film-film Jackie Chan, Ride On akan terasa seperti pelukan hangat dari seorang teman lama, mengingatkan kita mengapa ia tetap menjadi ikon yang dicintai di seluruh dunia.
Film ini adalah pengingat bahwa di balik setiap stunt yang berani, ada seorang manusia dengan cerita dan perjuangan yang mendalam.
Berita Terkait
-
Shattered: Film Thriller Psikologis tentang Kekayaan dan Keserakahan, Malam ini di Trans TV
-
Rekomendasi 8 Film Eropa Terbaru di KlikFilm Mulai September 2025
-
Kenapa Harus Nonton Panji Tengkorak? Film Animasi Didukung Wapres Gibran
-
Film Next: Nicolas Cage Bisa Lihat Masa Depan dalam 2 Menit, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis The Thursday Murders Club: Kuartet Pensiunan Cerdas Ungkap Misteri Pembunuhan di Netflix
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Virgoun Tegaskan Inara Rusli Satu-satunya Ibu Starla, Lindi Fitriyana Cukup Jadi Sahabat
-
Syuting dari Pagi Hingga Pagi Lagi, Naysilla Mirdad Ungkap Kerasnya Dunia Stripping
-
Siap Marathon? Ini 7 Film dan Serial Netflix Tayang Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
-
Sony Pictures Siapkan Live-Action Astro Boy, Gandeng Sutradara Ghostbusters
-
Penjelasan Ending Drama Korea No Tail To Tell, Kang Si Yeol Meninggal?
-
Fakta Malcolm X: Film Nondokumenter Pertama yang Menembus Kota Suci Makkah
-
3 Pernyataan Kontroversial Menag Nasaruddin Umar, Terbaru soal Zakat
-
Angkat Kisah Tragedi Woyla 1981, Film Kapal Terbang Dibintangi Naysilla Mirdad hingga Oka Antara
-
Bangga! Ariana Ivy Meriahkan Peluncuran Soundtrack Timun Mas in Wonderland
-
Jawaban Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei saat Anak Kecil Minta Didoakan Mati Syahid