- Wakil PM Inggris mundur karena masalah kurang bayar pajak.
- Fedi Nuril menyindir pejabat Indonesia yang tidak mundur meski ada korban.
- Budaya mundur dianggap asing bagi pejabat publik di Indonesia.
Suara.com - Fedi Nuril belakangan ini kembali aktif menggunakan media sosialnya untuk mengkritik kebijakan pemerintah.
Seperti pada Minggu, 7 September 2025, Fedi Nuril membandingkan yang terjadi di Inggris dan Indonesia.
Angela Rayner, Wakil Perdana Menteri (PM) Inggris, baru-baru ini rupanya mengundurkan diri.
Rayner mengundurkan diri usai temuan investigasi independen mengungkap ia melanggar aturan menteri dan itu berdampak kepada keluarganya.
Hal itu pun dituliskan Rayner sebagai alasan mengundurkan diri dalam surat ke PM Inggris Keir Starmer.
Namun alasan sebenarnya adalah Rayner kurang membayar pajak properti atas sebuah flat yang dibelinya sebesar 40 ribu pound atau sekitar Rp884 juta.
"Saya sangat menyesali keputusan saya untuk tidak mencari nasihat pajak spesialis tambahan," tulis Rayner dalam surat pengunduran diri.
Usai Rayner mengundurkan diri, Starmer melakukan reshuffle kabinet besar-besaran.
Selain Wakil PM baru, Starmer juga mengangkat Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri.
Baca Juga: Fedi Nuril Comeback 'Memasak' di X, Apa Saja Cuitan Menohoknya?
Sebab David Lammy yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dipindah menjadi Wakil PM.
Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper pun dipindah menjadi Menteri Luar Negeri.
Menteri Dalam Negeri lantas dijabat Shabana Mahmood yang semula Menteri Kehakiman.
Menanggapi keputusan Rayner, Fedi Nuril justru heran lantaran alasannya cukup sepele apabila dilihat dari kacamata warga Indonesia.
"Lah, aneh banget ini Wakil PM Inggris. Mengundurkan diri cuma gara-gara kurang bayar pajak properti," tulis Fedi Nuril melalui akun X @realfedinuril.
Bernada sindiran, Fedi Nuril menilai Rayner seharusnya mencontoh pejabat Indonesia.
"Tiru sini, dong. Udah ada yang meninggal karena dilindas, tapi belum ada yang mengundurkan diri," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Fedi Nuril membicarakan driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan yang meninggal dunia usai dilindas rantis Brimob.
Sayangnya peristiwa pada 28 Agustus 2025 tersebut tak membuat satu pun pejabat yang bertanggung jawab mengundurkan diri.
Brigade Mobile atau Brimob diketahui merupakan kesatuan milik Polisi Republik Indonesia atau Polri.
Sementara demo pada akhir Agustus 2025 merupakan dampak dari kebijakan naiknya tunjangan DPR RI.
Oleh sebab itu, banyak yang menilai Kapolri Listyo Sigit dan Ketua DPR RI Puan Maharani yang harus bertanggung jawab.
Bukan mengundurkan diri, sejumlah anggota DPR dinonaktifkan atas pernyataan-pernyataan yang menyakiti hati masyarakat Indonesia sebelum demonstrasi berlangsung.
Anggota DPR yang dinonaktifkan adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach (Partai NasDem), Uya Kuya dan Eko Patrio (PAN), serta Adies Kadir (Partai Golkar).
Hanya saja dinonaktifkannya sejumlah anggota DPR RI tak membuat masyarakat lantas puas.
Ditambah lagi Presiden Prabowo justru meminta Kapolri menaikkan jabatan para polisi yang menjadi korban saat menjaga demonstrasi.
"Bang, mengundurkan diri itu budaya asing. Gak cocok di sini," komentar akun @stenlyss***.
"Di sini malahan yang harusnya dipecat eh dapet kenaikan pangkat luar biasa. Aneh emang Inggris tuh," sindir akun @GustinMedi34***.
"Di Konoha jangankan mengundurkan diri, minta maaf mengakui kesalahan saja tidak mau. Malah polisi terluka dinaikin pangkatnya," sahut akun @Irfan5yah_Pu***.
"Mundur bukan budaya kita bang. Budaya kita adalah nyari alasan, nyalahin orang lain kalo perlu nyalahin korban juga. Yang penting pejabat enggak pernah salah dan ga mau disalahkan," kata akun @ainv***.
Sebagai informasi, baik Kapolri Listyo Sigit dan Ketua DPR Puan Maharani telah meminta maaf atas yang terjadi kepada almarhum Affan Ramadhan.
Puan Maharani pun berjanji akan memberikan sepeda motor untuk ayah almarhum Affan.
Selain itu, Presiden Prabowo telah memberikan rumah gratis untuk keluarga almarhum keluarga Affan yang semula masih menyewa atau kontrak.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
Ungkit 'Ikan Busuk Mulai dari Kepala', Fedi Nuril Nekat Tantang Kapolri Listyo: Makanya Mundur Pak!
-
Fedi Nuril Skakmat Menteri Agama, Kritik Pedas soal Gaji Guru Jadi Sorotan
-
Banyak Orang Hilang Semasa Demo, Fedi Nuril Sentil Budiman Sudjatmiko: Terasa Familiar?
-
Fedi Nuril Sentil Menkomdigi Meutya Hafid Soal TikTok Matikan Fitur Live Sukarela
-
Fedi Nuril Sorot Skenario Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni Hingga Uya Kuya: Penting Nih!
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Melaney Ricardo Ungkap Masa Kelam: Pernah Gila Party hingga Mulut Berbusa dan Nyaris Tewas
-
Reza Arap Ada di TKP Kematian Lula Lahfah, Polisi: Makanya Kami Minta Klarifikasi
-
Tutorial Beli 2 Tiket Film Esok Tanpa Ibu tapi Bayar Satu Saja di Cinema XXI
-
Di Tengah Drama Keluarga, Victoria Beckham Dianugerahi Gelar dari Kementerian Kebudayaan Prancis
-
Kabar Duka: Tika Mega Lestari Istri Pesulap Merah Meninggal Dunia
-
Kalau Waktu Bisa Diulang, Jule Ogah Nikah Muda: Nikmati Dulu Masa Muda
-
Muncul Tanpa Hijab, Julia Prastini Akui Diceraikan Na Daehoon karena Perbuatannya
-
Pasukan 1000 Janda, Kisah Para Perempuan Perkasa Indonesia Bakal Segera Hadir
-
Orangtua Waspada, Dinar Candy Edukasi Narkoba Jenis Baru: Bentuknya Mirip Balon Ulang Tahun
-
Alasan Polisi Tetap Periksa CCTV dan Reza Arap di Kasus Kematian Lula Lahfah