Film ini sering digambarkan sebagai jelek, tidak koheren, dan bermasalah, serta penuh klise yang mengingatkan pada film-film aksi kuno.
Salah satu kritik paling menonjol adalah kurangnya orisinalitas dan pengembangan karakter yang dangkal.
Banyak kritikus merasa bahwa film ini terlalu terburu-buru untuk menampilkan adegan balas dendam tanpa mengeksplorasi perjalanan Riley selama lima tahun transformasinya menjadi seorang pejuang.
Aspek lain yang memicu kontroversi adalah penggambaran karakter. Film ini dikritik karena sensitivitas rasial yang rendah, dengan hampir semua penjahat digambarkan sebagai kartel narkoba Latin.
Meskipun demikian, penampilan Jennifer Garner mendapat beberapa pujian.
Para kritikus mengakui komitmennya terhadap peran tersebut, dengan IndieWire mencatat bahwa Garner menyalurkan keadilan vigilante-nya dengan pesona yang mudah.
Ia disebut jangkar film yang berjuang melalui kebrutalan dengan martabat, dan kemampuannya untuk menunjukkan kilasan kemanusiaan sisa karakternya, di tengah kekacauan memberikan dimensi pada cerita.
Namun, bahkan dengan upaya Garner, banyak yang merasa bahwa ia pantas mendapatkan materi yang lebih baik.
Peppermint adalah film yang berani dalam temanya tetapi kurang dalam eksekusi, terjebak dalam klise genre aksi balas dendam.
Baca Juga: Maryam Asli Ungkap Harapan di Balik Film Horor Kisah Nyata yang Diangkat ke Layar Lebar
Meskipun Jennifer Garner memberikan penampilan yang solid dalam peran yang menuntut fisik, film ini gagal untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi ceritanya, menyisakan pertanyaan tentang keadilan, moralitas, dan bagaimana sebuah film aksi dapat mengatasi isu-isu sosial dengan lebih bijak.
Bagi penggemar aksi murni dan mereka yang merindukan Jennifer Garner dalam peran badass, Peppermint mungkin menawarkan hiburan sesaat, tetapi sebagai sebuah karya sinematik, ia meninggalkan banyak hal yang diinginkan.
Berita Terkait
-
Maryam Asli Ungkap Harapan di Balik Film Horor Kisah Nyata yang Diangkat ke Layar Lebar
-
Bel Canto: Ketika Teroris Jatuh Cinta pada Opera, Malam Ini di Trans TV
-
Malam Ini di Trans TV: Robin Hood Versi Taron Egerton, Layak Ditonton Meski Dikritik?
-
7 Fakta Menarik Film Perempuan Pembawa Sial, Dijamin Bikin Merinding!
-
Sinopsis Film Tukar Takdir: Nicholas Saputra Jadi Satu-Satunya Korban Selamat Kecelakaan Pesawat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Ria Ricis Akhirnya Akui Oplas Hidung, Sekalian Biar Makin Cantik
-
Ahmad Dhani Diduga Berbohong, Shafeea Diduga Nangis Bukan Gegara Maia Estianty?
-
Hapus Foto Suami, Curhatan Larissa Chou Fokus Urus Anak Perkuat Sinyal Rumah Tangga Retak
-
Bela-belain dari Bandung, Penonton Hammersonic Ini Todong Ravel Entertainment Bawa Legenda Punk
-
Hentak Panggung Hammersonic 2026, Vokalis Speed Takjub Lihat Ribuan Hardcore Jakarta
-
Dituduh Jual Skincare Merkuri, Heni Sagara Seret Buzzer hingga ke Pengadilan
-
Dochi Perkenalkan 'Senjata Baru' Pee Wee Gaskins di Hammersonic 2026, Keyboardist Pindah Haluan
-
Dari Bandung hingga Australia, Ribuan Massa Berbaju Hitam Padati Perayaan 10 Tahun Hammersonic
-
Ada Petting Zoo dan Safari Garden di PetFest Indonesia 2026
-
Definisi Menolong Serigala: Maia Estianty Sempat Bela Dhani-Mulan saat Isu Nikah Siri Memanas