- Angkara Murka berhasil menduduki posisi kedua dalam daftar Top 10 Netflix Indonesia
- Angkara Murka jadi satu-satunya wakil Indonesia di Far East Film Festival (FEFF) 2025
- Angkara Murka menandai sebuah pencapaian penting sutradara Eden Junjung
Suara.com - Per hari ini, Senin, 29 September 2025, film horor misteri thriller berjudul Angkara Murka berhasil menduduki posisi kedua dalam daftar Top 10 Netflix Indonesia.
Popularitasnya yang meroket membuatnya menjadi ancaman serius bagi film Qodrat 2 yang hingga kini masih bertahan di puncak.
Fenomena ini memicu rasa penasaran publik terhadap film yang memadukan ketegangan, horor, dan kritik sosial dalam satu paket yang mencekam.
Bagi kamu yang belum menonton, atau ingin mendalami ceritanya lebih jauh, berikut adalah sinopsis dan rangkuman fakta menarik dari film Angkara Murka.
Sinopsis Film Angkara Murka
Kisah dalam Angkara Murka berpusat pada perjuangan seorang ibu bernama Ambar, yang diperankan secara memukau oleh Raihaanun.
Hidup Ambar berubah menjadi mimpi buruk ketika suaminya lenyap tanpa jejak di sebuah area tambang pasir yang terpencil dan penuh misteri.
Didorong oleh cinta dan harapan, Ambar nekat memulai pencarian seorang diri di lokasi yang terkenal angker tersebut.
Pencariannya segera membawanya berhadapan dengan Raden Broto (diperankan oleh Whani Darmawan), seorang tokoh berkuasa yang mengendalikan tambang dengan tangan besi.
Baca Juga: Bocoran Episode Terakhir Bon Appetit Your Majesty, Akhir Tragis atau Happy Ending?
Di balik citranya sebagai pemimpin, Raden Broto menjalankan praktik penambangan ilegal yang kejam dan diselimuti oleh ritual mistis.
Ambar menemukan bahwa tambang tersebut tidak hanya menjadi sumber kekayaan bagi Raden Broto, tetapi juga tempat untuk praktik gaib yang menuntut tumbal manusia demi melanggengkan kekuasaannya.
Dalam situasi yang semakin berbahaya, Ambar tidak berjuang sendirian. Ia mendapat bantuan tak terduga dari Lukman (Simhala Avadana), seorang pekerja tambang yang diam-diam mengetahui kebusukan yang terjadi.
Bersama Lukman, Ambar berusaha membongkar tabir misteri yang menyelimuti tambang, mengungkap kekuatan gelap yang bersemayam di sana, sambil terus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan anaknya yang turut terancam.
Film ini menyajikan ketegangan tiada henti, menggabungkan elemen horor supernatural dengan kritik tajam terhadap kerakusan, kekuasaan tiranik, dan ketidakadilan sosial yang relevan.
Tidak hanya alur ceritanya yang kuat, Angkara Murka juga menyimpan sejumlah fakta menarik di balik produksinya yang membuatnya semakin layak untuk ditonton dan diapresiasi.
1. Debut Penyutradaraan Film Panjang Eden Junjung
Angkara Murka menandai sebuah pencapaian penting bagi sutradara Eden Junjung. Film ini merupakan karya debutnya dalam format film panjang, khususnya di genre horor.
Sebelumnya dikenal melalui karya-karya film pendek, Eden Junjung menggunakan film ini sebagai panggung untuk menunjukkan visi artistiknya dalam meracik ketegangan, atmosfer mencekam, dan penceritaan yang mendalam, sebuah langkah berani yang berhasil menuai pujian.
2. Penggunaan Bahasa Daerah untuk Memperkuat Otentisitas
Salah satu elemen yang membuat film ini terasa begitu nyata dan membumi adalah keputusan sutradara untuk menggunakan dialog dalam bahasa daerah.
Pilihan ini secara efektif memperkuat kesan otentik pada latar tempat dan karakter-karakternya. Penonton diajak untuk lebih larut dalam suasana pedesaan yang kental dengan budaya lokal, menjadikan pengalaman menonton lebih imersif dan meyakinkan.
3. Menjadi Satu-Satunya Wakil Indonesia di FEFF 2025
Kualitas Angkara Murka tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga mendapat pengakuan di panggung internasional.
Film ini terpilih menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang diputar di ajang bergengsi Far East Film Festival (FEFF) 2025 yang diselenggarakan di Udine, Italia. Kehadirannya di festival film Asia terbesar di Eropa ini membuktikan bahwa sinema Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing secara global.
4. Nominasi Penghargaan Internasional Bergengsi
Tidak hanya sekadar diputar, film ini juga berhasil masuk dalam nominasi White Mulberry Award untuk kategori Best Debut Feature di Far East Film Festival (FEFF) 2025.
Nominasi ini merupakan apresiasi tinggi bagi Eden Junjung sebagai sutradara pendatang baru. Hal ini sekaligus menjadi penegas bahwa Angkara Murka tidak hanya unggul dari segi komersial, tetapi juga memiliki nilai artistik yang diakui oleh para kritikus film internasional.
Berita Terkait
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Anime Beastars Final Season Part 2 Resmi Umumkan Tanggal Tayang di Netflix
-
Bukan Sinetron Biasa, Dunia Tanpa Tuhan Angkat Komedi Gelap dan Ironi Iman di Pinggiran Jakarta
-
Sinopsis Series Ramadan Dunia Tanpa Tuhan, Dibintangi Oki Rengga dan Lolox
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun