-
Putusan pengadilan memberikan rumah kepada Taqy Malik, bukan sebuah pilihan.
-
Tujuh kavling lain, termasuk masjid, diperintahkan untuk segera dikosongkan.
-
Taqy Malik menjual mobil Alphard sebagai pengorbanan demi menyelamatkan masjid.
Suara.com - Cerita baru terungkap dari putusan Pengadilan Negeri Bogor terkait sengketa tanah yang melibatkan Taqy Malik beserta masjid yang dibangunnya di wilayah tersebut.
Selama ini, beredar narasi bahwa Taqy Malik diberi pilihan untuk mempertahankan rumah tinggalnya atau masjid yang telah ia bangun.
Namun, kuasa hukumnya, Fani Daulay, meluruskan bahwa pilihan tersebut tidak pernah ada.
Keputusan untuk memberikan kavling beserta bangunan rumah kepada Taqy Malik merupakan murni putusan dari majelis hakim.
"Kalau mengacu kepada PPJB itu, tidak satu pun secara tegas mengatakan apakah dari pembeli itu meminta rumah. Yang menentukan rumah itu diputus secara adil adalah Pengadilan Negeri Bogor," ujar Fani Daulay di Rumpi Trans TV, Minggu, 5 Oktober 2025.
Fani menjelaskan bahwa pengadilan secara adil menghitung nilai uang yang sudah dibayarkan oleh Taqy, yaitu sebesar Rp2,2 miliar.
Uang tersebut kemudian dihargai setara dengan nilai kavling yang di atasnya berdiri bangunan rumah yang ditempati Taqy.
Sementara itu, untuk tujuh kavling lainnya, termasuk yang telah dibangun masjid, pengadilan memerintahkan untuk segera dikosongkan.
"Pengadilan negeri sudah memutus bagian Taqy yang sudah membayarkan 2,2 miliar itu, dihargain di atas rumah hunian. Di luar itu, yang tujuh kosong bidang kavling itu, dikosongkan. Diminta segera mengosongkan," papar Fani Daulay.
Baca Juga: Belum Lunas Bayar Tanah untuk Bangun Masjid, Ini Gurita Bisnis Taqy Malik
Di tengah proses hukum yang menguras tenaga dan pikiran, Taqy Malik pun mengaku telah melakukan pengorbanan pribadi yang tidak sedikit demi menyelamatkan masjid tersebut.
Hafiz muda ini mengungkapkan bahwa ia sempat menjual mobil Alphard miliknya, dan harus mengandalkan transportasi umum seperti kereta dan ojek online untuk beraktivitas.
"Saya itu sampai menjual mobil Alphard saya. Selama setahun itu saya nggak ada transportasi, ke mana-mana saya naik kereta, ke mana-mana saya naik ojek online, gitu. Apa? Bentuk saya juga, merasa ada harus ada pengorbanan harta," beber Taqy Malik.
Pengorbanan ini Taqy sebut sebagai bagian dari jihad harta, yang menurutnya merupakan bagian tak terpisahkan dari perjuangan di jalan Allah.
"Kan perintahnya dalam Al-Qur'an tuh gini, kita nggak bisa cuma mengorbankan jiwa kita, tapi harta, waktu, tenaga kita," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Taqy Malik soal Tudingan Bangun Masjid di Tanah Sengketa: Setiap Cerita Punya 2 Wajah
-
Belum Lunasi Pembayaran Pembelian Lahan, Taqy Malik Disentil Pakai Kisah Sahabat Nabi Muhammad
-
Taqy Malik Diminta Kosongkan Lahan, Kini Ditantang Live Bareng Jelaskan Utang Rp 6,8 M
-
Punya Mobil Mewah dan Kuda, Taqy Malik Malah Minta Bantuan Masyarakat untuk Pembebasan Lahan Masjid
-
Taqy Malik Pernah Tolak Pembebasan Lahan Masjid, Kini Bikin Gerakan Galang Dana Demi Pelunasan Tanah
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Bukan Hantu, Ini Hal Tak Terduga yang Paling Ditakuti Pemain Selama Syuting Film Munafik
-
Wajah Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Disorot, Benarkah Jodoh Biasanya Mirip?
-
Jihan Nurrainy dan Azeezah Rahma Shakila Sabet Mahkota Indonesia's Girl 2026
-
Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura
-
Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya
-
Review Film 402 Rumah Sakit Angker Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack
-
Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'