-
Di New York, komika harus membayar untuk bisa tampil open mic.
-
Jumlah komika di New York melebihi total komika di seluruh Indonesia.
-
Sistem 'bayar untuk tampil' ada karena tingginya permintaan panggung dari komika.
Suara.com - Komika senior Pandji Pragiwaksono membagikan pengalamannya menjajal panggung stand-up comedy di New York, Amerika Serikat.
Ia mengungkap sebuah fakta mengejutkan tentang ketatnya persaingan di kota yang menjadi salah satu kiblat komedi dunia itu.
Dalam obrolan di siniar 'Sekamar' yang tayang di YouTube pada 2 Oktober 2025, Pandji menjelaskan bahwa untuk bisa tampil di acara open mic, seorang komika justru harus membayar.
"Kalau open mic kan kita yang bayar," kata Pandji, saat ditanya mengenai bayarannya ketika tampil di New York.
Hal ini sangat kontras dengan pemandangan di Indonesia, di mana pengisi acara yang biasanya menerima bayaran.
"Gue yang bayar lima Dolar," tambahnya menegaskan.
Menurut cerita Pandji, sistem 'bayar untuk tampil' ini lahir karena jumlah komika di New York yang luar biasa banyaknya.
Saking padatnya, kata Pandji, jumlah komika di satu kota New York bahkan melebihi total komika di seluruh Indonesia.
"Jumlah komedian di satu kota New York, bisa lebih banyak daripada jumlah komedian satu Indonesia," tuturnya.
Baca Juga: Momen Presiden Prabowo Berpidato pada Sidang Umum PBB
Kondisi ini menciptakan permintaan yang sangat tinggi untuk panggung, sehingga penyelenggara acara bisa membebankan biaya kepada para komika yang ingin menguji materi mereka.
Pandji, yang sempat sulit beradaptasi, kini pun mulai menemukan celah untuk menembus ketatnya persaingan komika di panggung New York.
Berita Terkait
-
Ngeri, Pandji Pragiwaksono Ungkap Show-nya Ditonton Intel, Ketahuan Gara-gara Ini...
-
Pandji Pragiwaksono: New York Bau Pesing, Tapi Sekolah Negeri Gratis
-
6 Bulan 'Ngebom' di New York, Pandji Pragiwaksono Nangis Menghadap Patung Liberty
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Kenapa Gaya Komunikasi Menkeu Purbaya Disukai Publik
-
Pandji Pragiwaksono Bagikan Suara Kritis Diaspora dan Mahasiswa di New York
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan