Suara.com - Yenny Wahid ikut mengomentari pro kontra terhadap tradisi pesantren yang sedang ramai diperbincangkan.
Semua berawal dari Pondok Pesantren Al Khoziny yang bagunannya roboh, hingga judul provokatif Trans7 saat membahas Pondok Pesantren Lirboyo.
Dua pondok pesantren tersebut sama-sama berlokasi di Jawa Timur.
Melalui unggahannya di Instagram, Yenny Wahid ingin mengingatkan bahwa pesantren dibangun dari keikhlasan, bukan kemewahan.
"Sejak kecil saya melihat bagaimana para kiai hidup sederhana, tapi hatinya luas, mengajar tanpa pamrih agar ilmu tetap sampai ke masyarakat," tulis Yenny Wahid dalam caption unggahannya pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Putri kedua Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Sinta Nuriyah tersebut kemudian menjelaskan sejarah pondok pesantren.
Penjajah yang menutup akses pendidikan masyarakat Indonesia membuat para ulama membangun pesantren usai mereka pulang dari Timur Tengah.
Para ulama atau kiai yang mengajar di pesantren tidak membebankan biaya kepada para santri, terutama anak yatim dan warga desa sekitar.
Mereka dibayar dengan hasil bumi seperti beras, singkong, kelapa, atau bahkan memberikan ilmunya secara cuma-cuma.
Baca Juga: Kekayaan Atalia Praratya Tembus Rp26,5 M, Digeruduk Santri Buntut Pernyataan Soal Ponpes Al Khoziny
Semangat untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia masih tertanam dalam diri pesantren-pesantren hingga saat ini.
Menurut Yenny Wahid, masih banyak pesantren yang biayanya sangat murah ataupun gratis.
"Karena itu kadang fasilitasnya seadanya. Gedungnya rapuh, santrinya tidur berdesakan, bahkan kadang harus memasak bersama-sama," tutur Yenny Wahid.
"Sebagai contoh, Pondok Pesantren Al Khoziny. Itu usianya sudah lebih dari satu abad dan santri yang tinggal di sana membayar dengan biaya yang sangat minim," sambungnya.
Ketidakmampuan membayar arsitek membuat santri 'sudah biasa' bergotong royong membangun gedungnya sendiri.
Berita Terkait
-
Kekayaan Atalia Praratya Disorot, Ini Pemicu Kemarahan Santri Se-Bandung
-
Cak Imin Sebut Ada Ortu Santri Al Khoziny Bersyukur Anaknya Meninggal: Tiga Lagi Kalau Bisa
-
Atalia Praratya dari Partai Apa? Geger Rumahnya Digeruduk Santri
-
Ini Ucapan Atalia Praratya yang Dinilai Melukai Hati Santri, Rumah Sampai Didemo
-
Kronologi Rumah Atalia Praratya Digeruduk Santri, Berawal dari Ucapan Soal Ponpes Al Khoziny
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Panduan Lengkap Memahami Status Rekening Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant BRI
-
Dari Negeri Rantau ke Pesisir Indramayu, Rosyidah Bangun Usaha Olahan Laut Bersama BRI
-
Pukul, Tendang lalu Menyeret: Sadisnya Oknum Satpam Aniaya Karyawati di Bintan
-
Pulang dari Malaysia, Eks PMI Asal Indramayu Sukses Bangun UMKM Berkat Dukungan BRI
-
6 Sepatu Lari Lokal Warna Biru dengan Teknologi Penunjang Kenyamanan
-
Berapa Nilai Transfer Elkan Baggott ke Millwall FC? Tembus Rekor Pribadi!
-
Cegah Penyalahgunaan Transaksi, BRI Perketat Klasifikasi Rekening Aktif Hingga Dormant
-
Old Money Vibes! 4 Gaya Outfit Preppy Style ala Winter aespa yang Timeless
-
Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI
-
Penganiayaan Brutal Karyawati Hotel di Bintan: Pelaku Pakai Sepatu Boots