-
Warung makan milik Epy Kusnandar dan Karina Ranau di Pasar Minggu diduga jadi sasaran pungli oknum tak dikenal.
-
Karina Ranau mengungkapkan kekesalan lewat unggahan video di Instagram hingga viral di media sosial.
-
Polisi sudah memantau kasus tersebut dan meminta pihak Epy untuk membuat laporan resmi agar bisa ditindaklanjuti.
Melalui video yang diunggahnya, Karina Ranau menyampaikan pesan yang tegas. Ia menekankan bahwa dirinya sudah lelah dengan perlakuan yang tidak menyenangkan.
"Tolong dong, caranya yang sopan, capek ini," keluh Karina.
Ia juga menegaskan bahwa memulai usaha di lokasi tersebut tidaklah gratis.
"Baru berjualan di sini dan semua di sini tidak ada yang gratis, semuanya bayar," lanjutnya, mengisyaratkan bahwa ia telah memenuhi semua kewajiban resmi, namun masih saja diganggu oleh pihak-pihak lain.
4. Aksi Pelaku Terekam Jelas oleh Kamera CCTV
Tudingan yang dilontarkan oleh Karina bukanlah isapan jempol belaka. Seluruh kejadian dugaan pungli dan aksi tidak sopan dari para oknum tersebut terekam dengan jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area warung.
Rekaman ini menjadi bukti kuat yang mendukung keluhan Karina dan dapat menjadi modal penting jika kasus ini dibawa ke ranah hukum.
Keberadaan CCTV menunjukkan bahwa pasangan ini sudah mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sekitar lokasi usaha mereka.
5. Polisi Sudah Monitor
Baca Juga: Warung Makan Epy Kusnandar Diganggu Preman, Karina Ranau Histeris: Kita di Sini Bayar!
Kabar yang viral ini dengan cepat sampai ke telinga pihak berwenang. Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, saat dikonfirmasi pada Senin, 20 Oktober 2025, membenarkan bahwa pihaknya sudah mengetahui dan memonitor kejadian tersebut.
"Sudah monitor," ujar Anggiat singkat.
Meskipun demikian, pihak kepolisian hingga kini belum bisa menindaklanjuti lebih jauh karena belum ada laporan resmi yang dibuat oleh pihak Epy Kusnandar atau Karina Ranau.
Polisi pun mengimbau agar pihak yang merasa dirugikan segera melapor.
"Diimbau yang merasa dirugikan supaya datang dan melaporkan ke polsek," tutupnya.
Kasus dugaan pungli yang menimpa warung Epy Kusnandar ini menyisakan sebuah ironi yang mendalam, sosok Kang Mus yang disegani di layar kaca harus berhadapan dengan premanisme di kehidupan nyata.
Berita Terkait
-
Warung Milik Epy Kusnandar Preman Pensiun Dipalak! Polisi Buru Pelaku
-
Warung Makan Epy Kusnandar Diganggu Preman, Karina Ranau Histeris: Kita di Sini Bayar!
-
Epy Kusnandar Dilarikan ke Rumah Sakit, Sempat Dirawat Gara-Gara Keracunan
-
Bicara Mati, Epy Kusnandar Tak Mau Terkubur Bawa Penyesalan
-
Dapat Gambaran Mati, Epy Kusnandar Ketakutan Jadi Jenazah Bangkit di Film Selepas Tahlil
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- 10 Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Bank Mandiri Terdekat di Jakarta
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
Terkini
-
Mile 22': Kolaborasi Brutal Mark Wahlberg dan Iko Uwais, Malam Ini di Trans TV
-
Dery Syahputra Raeger Tagih Honor Bertahun-tahun ke MNC Group, Tandai Akun Hary Tanoe
-
20 Unta Didiskualifikasi dari Kontes Kecantikan, Ketahuan Pakai Botox hingga Filler Bibir
-
Kronologi Nabilah O'Brien Korban Pencurian yang Jadi Tersangka
-
Jatuh Hati, Rizky Billar Adopsi Bocah 6 Tahun
-
Tak Diajak Perang, Kim Jong Un Tes Kapal Perusak Nuklir di Tengah Konflik Iran-AS
-
Jelang Rilis One Piece Season 2, Arbani Yasiz Incar Kartu Langka
-
Dinar Candy Ungkap Pengalaman Disantet, Sakit Ditusuk-tusuk hingga Harus Didatangi Dukun Se-Jabar
-
Fariz RM Bantah Jadi Dewan Pembina AKSI: Saya Belum Terima Tawaran
-
Ada Masalah Administrasi dan Aturan Ramadan, 'Land Fest Batal Bareng' Batal Digelar Besok