- Ahmad Sahroni bicara soal penjarahan rumahnya usai dua bulan peristiwa itu terjadi
- Ahmad Sahroni pasrah kalau meninggal ketika itu
- Ahmad Sahroni heran foto dan pakaian dalam ikut dijarah
Suara.com - Dua bulan usai rumahnya dijarah massa, politisi Ahmad Sahroni muncul dan bicara terkait insiden tersebut.
Sahroni tidak hanya membagikan kronologi menegangkan saat dirinya bersembunyi dari amukan massa, tetapi juga mengungkapkan kepasrahan totalnya jika takdir mengharuskannya meninggal dunia pada hari itu.
"Kalaupun hari itu saya meninggal, saya sudah ikhlasin," kata Ahmad Sahroni saat berbicara dengan warga dalam video yang dibagikan akun Lambe Turah, dikutip Senin, 3 November 2025.
Saat kejadian, Ahmad Sahroni mencari tempat persembunyian untuk menyelamatkan diri di dalam rumah. Pilihan pertamanya jatuh pada kamar mandi, sebuah ruang sempit yang diharapkan bisa melindunginya dari ancaman.
Namun, merasa tempat itu tidak cukup aman, ia mengambil keputusan nekat.
Sahroni memanjat dan berusaha menyembunyikan dirinya di atas plafon kamar mandi, berharap tidak terdeteksi oleh para penjarah.
Namun, upaya penyelamatan dirinya nyaris berakhir tragis. Konstruksi plafon tersebut ternyata tidak dirancang untuk menahan beban berat.
"Plafonnya enggak kuat. Saya jatuh," ungkap Ahmad Sahroni.
Dalam kondisi terdesak dan terisolasi, ia mengaku diliputi perasaan was-was yang luar biasa.
Baca Juga: Viral Ahmad Sahroni Muncul Cerita Perjuangannya Ngumpet saat Rumah Dijarah, Netizen: Cari Simpati?
Pada momen kritis tersebut, Sahroni merasa tidak bisa menaruh kepercayaan pada siapa pun, bahkan orang-orang di sekitarnya. Ia merasa harus berjuang seorang diri demi mempertahankan nyawanya.
"Saya dalam keadaan hari itu tidak percaya sama satu orang pun," ujarnya, menggambarkan betapa genting dan sepinya perjuangan yang ia hadapi saat itu.
Barang personal ikut dijarah massa
Massa yang merangsek masuk ke rumahnya tidak hanya mengincar barang-barang mewah atau aset berharga. Benda-benda yang paling personal dan tidak memiliki nilai jual pun ikut raib.
Dengan nada yang terdengar miris sekaligus tak percaya, ia mengungkap bahwa pakaian dalamnya menjadi salah satu barang yang dicuri oleh para penjarah.
"Bapak Ibu, kolor aja saya diambil," tuturnya di hadapan warga yang mendengarkan ceritanya.
Kebrutalan massa tidak berhenti sampai di situ. Barang-barang sepele lainnya seperti sikat gigi hingga kenangan keluarga yang tak ternilai harganya pun menjadi sasaran.
Ahmad Sahroni mengaku heran dan pilu saat mengetahui bahwa foto-foto keluarga yang terpajang di rumahnya juga ikut digasak.
"Kebayang Bapak Ibu, foto keluarga pun dicuri," sambungnya.
Berita Terkait
-
Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink
-
Sahroni Dukung Kuntadi Jadi Jampidsus Baru: Pilihan Jaksa Agung Pasti yang Terbaik
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas
-
'Disentil' Sahroni di DPR, KPK Langsung Naikkan Usulan Anggaran dari Rp762 M jadi Rp989 M
-
KPK Minta Tambah Anggaran Rp762 Miliar, Sahroni: Tanggung, Rp5 Triliun Sekalian!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan