- Ribuan korban banjir dan longsor Aceh terancam kelaparan karena stok makanan menipis dan akses ke lokasi bencana terputus, membuat bantuan sulit menjangkau daerah terisolir.
- Taufiq LIDA menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan, di mana anak-anak harus menahan lapar dan makan seadanya, sementara rumah-rumah warga telah tertutup tanah.
- Taufiq menyebut data korban jiwa telah mencapai sekitar 800-an lebih, dan skala bencana yang besar membuat banyak kepala daerah 'mengibarkan bendera putih' karena tidak sanggup menanganinya sendiri.
Suara.com - Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Provinsi Aceh dialami langsung oleh penyanyi dangdut Taufiq LIDA.
Setelah selamat dari lokasi bencana, Taufiq membeberkan kondisi para pengungsi yang ia lihat sendiri di sana.
Kondisi para penyintas bencana sangat memprihatinkan. Meski berhasil lolos dari maut, ancaman lain berupa kelaparan kini menghantui ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Penyanyi kelahiran Pidie Jaya ini menyebut, stok makanan menipis dengan cepat di tengah akses yang terputus.
Warga terpaksa bertahan hidup dengan sumber daya yang sangat terbatas di tengah reruntuhan.
"Bisa kita bilang banyak yang selamat dari bencana, tapi kesulitan dalam kelaparan, ya, makanan, ya," ujar Taufiq LIDA ditemui di Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (5/12/2025).
Hal yang paling menyayat hati adalah kondisi kelompok rentan seperti anak-anak.
Taufiq LIDA menyaksikan bagaimana anak-anak kecil harus menahan lapar karena bantuan belum tiba.
Mereka tidak memiliki pilihan menu makanan. Apa yang bisa dimakan, itulah yang menjadi pengganjal perut mereka untuk bertahan hidup hari demi hari.
Baca Juga: Perjuangan Taufiq LIDA Terjebak Longsor di Aceh, Lakukan Apa Saja Agar Selamat
"Kondisi anak-anak, sebagian yang belum terjamah dengan bantuan memang kondisinya sangat kelaparan, makan apa yang ada," kata Taufiq dengan nada sedih.
Tak hanya soal perut, tempat bernaung pun sudah tidak ada. Rumah-rumah warga lenyap seketika, terkubur oleh material tanah yang terbawa air bah.
"Kemudian, seluruh rumah sudah tertutup tanah dan menjadi daratan baru," lanjutnya menggambarkan kedahsyatan longsor tersebut.
Data korban jiwa dari bencana Sumatra yang disebutkan Taufiq pun mencengangkan. Angkanya terus bertambah seiring dengan proses pencarian yang masih berlangsung di medan yang sulit.
"Korbannya yang sudah meninggal, yang sudah ditemukan tewas kurang lebih hampir 1000 ya, 800-an lebih," ungkap Taufiq merinci data sementara yang ia ketahui.
Selain korban tewas, ratusan orang masih dinyatakan hilang. Sementara jutaan lainnya harus menanggung dampak langsung dari bencana alam terbesar di akhir tahun ini.
Berita Terkait
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra
-
Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra
-
Kasatgas PRR Tegaskan Hibah Antar Daerah Harus Tuntas Pekan Depan Demi Percepatan Pemulihan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes
-
Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029
-
Tahan Tangis, Sarwendah Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak di Tengah Gugatan Ruben Onsu