- Wakil Ketua Komisi X DPR RI mendesak pemerintah menyelesaikan rehabilitasi sarana pendidikan terdampak bencana sebelum Idulfitri.
- Data Kemendikdasmen menunjukkan 4.852 sekolah terdampak, dengan 99 masih belajar di tenda darurat akibat kendala lahan.
- Kendala utama penyelesaian meliputi sinkronisasi data pusat dan daerah serta faktor cuaca buruk di lokasi perbaikan.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah agar proses rehabilitasi dan revitalisasi sarana pendidikan di wilayah terdampak bencana segera dituntaskan.
Ia menargetkan seluruh perbaikan sekolah selesai sebelum hari raya Idulfitri atau Lebaran agar siswa tidak lagi belajar di tenda darurat.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tercatat sebanyak 4.852 sekolah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 99 sekolah dilaporkan masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda atau kelas darurat karena proses pembersihan lahan yang belum usai.
Sementara itu, 22 sekolah lainnya terpaksa menumpang di lokasi lain akibat bangunan sekolah hanyut dan memerlukan relokasi pascabencana di Sumatra.
Lalu menjelaskan bahwa kepastian target penyelesaian ini telah dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama kementerian terkait dan Satgas Penanggulangan Bencana.
"Di Rakor terakhir bersama para menteri, Rakor Satgas, nah kami meminta agar sebelum Lebaran, proses rehabilitasi dan revitalisasi khususnya sarana dan prasarana pendidikan harus sudah tuntas. Itu kami meminta itu. Dan Kemendikdasmen siap untuk itu," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Namun, ia menggarisbawahi adanya sejumlah kendala dalam proses perbaikan, terutama terkait sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia mengungkapkan bahwa perencanaan yang telah disusun kerap tidak sesuai dengan fakta di lapangan, di mana jumlah titik kerusakan sering kali membengkak dibandingkan laporan awal.
"Tinggal sekarang bagaimana pemerintah daerah bersama-sama untuk mensukseskan ini. Karena yang terjadi mohon maaf, perencanaan sudah ada, ternyata di lapangan tidak sesuai dengan perencanaan. Data yang diterima misalnya masuk laporannya 100, ternyata di lapangan membengkak lebih dari 100. Nah ini, ini yang menjadi faktor kendala," jelasnya.
Baca Juga: Mendikdasmen Pastikan Anggaran Pendidikan Naik, Bantah MBG Pangkas Dana Sekolah
Selain persoalan data, faktor cuaca buruk seperti hujan serta kondisi lapangan yang berlumpur turut menghambat proses pembangunan kembali gedung sekolah.
Kendati demikian, Lalu Hadrian menegaskan tidak boleh ada alasan untuk menunda hak siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.
"Tetapi kami minta apapun itu kendalanya, harus segera dituntaskan. Minimal sebelum Lebaran ini sudah bisa tuntas, khusus bidang pendidikan. Supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar. Hari ini betul misalnya sudah mulai aktif 100%, tapi aktifnya di tenda, bukan di sekolah," tegasnya.
Politisi tersebut juga meminta agar sekolah yang hancur atau hilang segera dibangun kembali, sementara sekolah dengan kerusakan ringan segera direvitalisasi.
Ia memastikan Komisi X DPR RI akan terus mengawal hasil kesepakatan Rakor agar seluruh proses dapat difinalisasi sebelum Lebaran.
"Tetapi itu sudah kami sepakati di Rakor kemarin dan semua sepakat yang hadir akan berupaya maksimal sebelum Lebaran sudah final, selesai, khusus bidang pendidikan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mendikdasmen Pastikan Anggaran Pendidikan Naik, Bantah MBG Pangkas Dana Sekolah
-
Resmi! Cek Tanggal Merah Libur Panjang Sekolah Idul Fitri 2026, Berapa Hari Totalnya?
-
Jam Belajar Siswa Jakarta Selama Ramadan Dipangkas, Maksimal Sampai Pukul 14.00 WIB
-
Wamensos Agus Jabo: Siswa Sekolah Rakyat Masuk Tanpa Seleksi Akademis
-
Jawaban Menkeu Purbaya usai Bea Cukai Sita Bantuan Bencana Sumatra dari Diaspora
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
KPK Panggil GM Telkomsel Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin EDC BRI Rp744 Miliar
-
Banjir Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Evakuasi Bayi Pakai Perahu Karet
-
Revitalisasi Taman Semanggi Dimulai, Pramono Target Rampung Jelang HUT ke-500 Jakarta
-
Presiden Tetapkan Kepemimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026-2031
-
Dukung Syiar Islam, Yayasan Muslim Sinar Mas Wakafkan Ribuan Al-Quran ke PBNU
-
Usut Dugaan Korupsi di Lampung Tengah, KPK Panggil Irawan Budi Waskito ke Gedung Merah Putih
-
Modus Tuduhan Ludah Berujung Rampas Motor: Pemuda Sukabumi Dibegal di Jakpus, Rugi Rp18 Juta
-
Tuntutan Rp13,4 Triliun Tak Berdasar? Kerry Adrianto Ungkap Kejanggalan di Persidangan
-
Oknum Guru SLB di Yogyakarta Dipolisikan Atas Dugaan Pelecehan Seksual ke Siswi Sendiri
-
Sidang hingga Jam 4 Subuh, Pengacara Kerry Riza Ingatkan Penegakan Hukum Jangan Kejar Tayang