- Soleh Solihun bukan sekadar komika, melainkan mantan jurnalis musik senior dengan wawasan yang luas.
- Ia memiliki rekam jejak kritik seni yang tajam dan penghargaan bergengsi (Adiwarta), menjamin penilaian yang kritis dan tidak normatif.
- Kehadirannya memberikan perspektif jujur dan berani, memastikan penilaian kontestan didasarkan pada kualitas asli, bukan sekadar setelan drama.
Suara.com - Pengumuman formasi juri untuk Indonesian Idol Musim 14 membawa kejutan besar dengan munculnya nama Soleh Solihun.
Hadirnya nama Soleh seketika memicu gelombang diskusi di media sosial.
Sebagian audiens merasa skeptis dan melontarkan nada minor, mempertanyakan apa urusan seorang komika di kursi penjurian ajang pencarian bakat menyanyi terbesar di Indonesia tersebut.
Tapi kalau kita menelisik lebih dalam mengenai rekam jejak Soleh, keraguan tersebut sebetulnya tak beralasan.
Soleh Solihun bukanlah orang baru di industri musik. Kehadiran Soleh justru memberikan dimensi lain yang sering kali terlewatkan dalam kompetisi menyanyi.
Berikut adalah alasan kenapa Soleh Solihun adalah sosok yang sangat kompeten, setidaknya bagi saya, untuk menduduki salah satu kursi juri Indonesian Idol Musim 14.
1. Jurnalis Musik
Mungkin anak Gen Z hanya mengenal Soleh sebagai komedian atau komika, profesinya saat ini. Padahal, jauh sebelum itu, ia salah satu jurnalis musik paling disegani di masanya.
Pengalamannya bekerja di Trax Magazine dan Rolling Stone Indonesia adalah bukti sahih kapasitas Soleh di dunia musik.
Baca Juga: Lolos Audisi Indonesian Idol, Fajar Sadboy Siap Tinggalkan Pekerjaan
Bagi Soleh, menjadi jurnalis musik bukan sekadar mendengarkan lagu, melainkan menganalisa, memahami sejarah genre, hingga memetakan tren pasar.
Profesinya tersebut jadi bukti kalau Soleh punya wawasan tak biasa di dunia musik. Wawasan inilah yang sangat dibutuhkan Indonesian Idol.
2. Pengakuan Prestasi di Bidang Literasi dan Budaya
Kualitas analisis Soleh Solihun juga telah diakui secara resmi melalui penghargaan bergengsi.
Ia tercatat pernah memenangkan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2006 untuk kategori Seni dan Budaya berkat tulisannya di majalah Playboy Indonesia.
Penghargaan ini bukan pencapaian sembarangan. Ini adalah validasi bahwa Soleh memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemampuan mengartikulasikan pandangannya secara tajam dan berbobot.
Berita Terkait
-
3 Fakta Menarik Arijit Singh, Penyanyi India yang Tak Dikenali Juri Indonesian Idol
-
Indonesian Idol Season 14 Bakal Beda! Soleh Solihun Si Mulut Racun Jadi Juri
-
Soleh Solihun Kritik Sistem Mutasi Pemprov DKI, Begini Tanggapan DPRD
-
Jawab Kritik Soleh Solihun Terkait Rotasi Dadakan PNS Jakarta, Begini Respons Rano Karno
-
Soleh Solihun Mendadak Layangkan Kritik Terbuka ke Pramono Anung, Ada Apa?
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Sinopsis Love Between Lines, Dracin Terbaru Tayang Januari 2026 di iQIYI
-
Meninggal di Tempat Pijat, Ayah Venna Melinda Ternyata Punya Riwayat Sakit Jantung
-
5 Kronologi Kasus Richard Lee vs Doktif, Saling Lapor Berujung Tersangka
-
Sukses di Box Office, The Housemaid Resmi Garap Sekuel Berjudul The Housemaids Secret
-
Mosul Malam Ini di Trans TV: Potret Brutal dan Otentik Perjuangan Tim SWAT Irak Melawan ISIS
-
Tubuh Mendadak Kaku, Kronologi Lengkap Meninggalnya Ayah Venna Melinda di Tempat Pijat
-
Sempat Merasa Tertekan, Wavi Zihan dan Angga Yunanda Curhat Sulitnya Main Film Horor Komedi
-
The Ambush (Al Kameen): Ketegangan Brutal di Lembah Yaman, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Number One: Saat Masakan Ibu Jadi Hitung Mundur Kematian
-
Sinopsis Film Sebelum Dijemput Nenek, Cerita Mitos Berbalut Komedi