- Buku Broken Strings ditulis sebagai bentuk terapi diri dan upaya berdamai dengan masa lalu, bukan untuk menyerang pihak tertentu.
- Aurelie merilis buku ini secara gratis dalam format e-book untuk membantu sesama penyintas trauma dan meningkatkan kesadaran orang tua tentang grooming.
- Menulis menjadi cara Aurelie menghadapi luka lama dan melepaskan beban batin demi menyambut kehidupan baru sebagai seorang ibu.
"Jujur aja, sempat kepikiran. Ada momen aku bertanya ke diri sendiri, 'apakah aku terlalu jauh?', 'apakah aku membuka sesuatu yang seharusnya diam saja?’" ungkap Aurelie.
Namun, keraguan itu sirna setiap kali dia menerima pesan dari pembaca, baik korban yang akhirnya berani bersuara maupun orang tua yang mulai memahami bahaya grooming.
"Di titik itu aku tahu, diam justru akan lebih menyakitkan. Jadi bukan berarti aku kebal, tapi aku sudah berdiri di tempat yang jelas, dan aku tahu kenapa aku melakukan ini," tegasnya.
Bagi Aurelie, polemik yang terjadi adalah bagian dari proses yang harus diterima.
Menolak "Menjual Trauma"
Salah satu hal yang unik dari perilisan "Broken Strings" adalah formatnya yang berupa e-book gratis. Padahal, dengan atensi sebesar ini, potensi komersialnya sangat tinggi.
Aurelie menekankan bahwa sejak awal, niatnya murni untuk berbagi, bukan mencari keuntungan materi dari kisah pilunya.
"Karena dari awal tujuanku bukan komersial. Bahkan ebook pun aku rilis gratis karena jujur aku tidak ingin ada kesan 'menjual trauma'," jelas perempuan yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya tersebut.
Keputusan untuk akhirnya menaikkan naskah ini ke versi cetak baru diambil belakangan, setelah melihat permintaan pembaca yang ingin menjadikan buku tersebut pegangan fisik atau hadiah bagi orang terdekat.
Baca Juga: Kak Seto Lulusan Apa? Profil Psikolog Anak yang Ramai Dikaitkan dengan Kasus Aurelie
"Di situ aku sadar, versi fisik itu bukan soal jualan, tapi soal keberlanjutan dan akses yang lebih luas," tambahnya.
Proses Pulih yang Belum Selesai
Banyak yang mengira Aurelie menulis buku ini karena sudah sepenuhnya sembuh dari trauma. Nyatanya, proses penulisan yang memakan waktu berbulan-bulan secara intens itu justru adalah terapinya.
Aurelie mengaku banyak memori yang selama bertahun-tahun dia simpan rapat dan anggap "selesai", ternyata masih bersarang di tubuhnya.
"Menulis membuat aku berhenti menyalahkan diri sendiri. Jadi buku ini bukan bukti bahwa aku sudah sembuh, tapi bukti bahwa aku berani menghadapi lukanya," tuturnya.
Kini, di tengah masa kehamilannya, Aurelie merasakan energi positif yang luar biasa. Bukan dari viralnya berita, melainkan dari rasa "lega" dan hilangnya beban yang selama ini dia pikul sendirian.
"Rasanya seperti beban yang selama ini aku pikul sendiri, sekarang dipegang ramai-ramai, dengan empati, bukan penghakiman," tutup Aurelie.
Bagi Aurelie, "Broken Strings" kini berdiri sendiri sebagai monumen keberaniannya. Meski dia mengaku produktif menulis selama hamil, dia memastikan karya selanjutnya, jika ada, mungkin akan tetap bertema perempuan dan proses pulih, namun bukan kelanjutan langsung dari kisah kelam ini.
Tag
Berita Terkait
-
Aurelie Moeremans Cerita Adaptasi Jadi Ibu Baru, dari Begadang sampai Pilih Popok
-
Modus 'Fatherless', Kepala Sekolah SMK Pamulang Diduga Lakukan Child Grooming ke Siswi
-
Menelisik Broken Strings, Film Bermodalkan Sensasi dan Eksploitasi Doang?
-
Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital
-
Aurelie Moeremans Ungkap Kriteria Utama dalam Memilih Rumah Produksi Film Broken Strings
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Amankah Ibu Hamil Pakai Parfum? Ini Penjelasan Dokter Kandungan
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan