Entertainment / Film
Kamis, 15 Januari 2026 | 14:05 WIB
Jerome Kurnia saat ditemui di konferensi pers rilis film Perang Kota di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Jerome Kurnia tampil sangat meyakinkan sebagai pilot hingga berhasil mengecoh petugas bandara dan pilot asli saat syuting di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Jerome memerankan Kapten Deva Angkasa, seorang pilot muda karismatik namun memiliki sifat manipulatif dan berwatak keras.
  • Untuk menghidupkan peran tersebut, Jerome melakukan riset mendalam dengan berdiskusi bersama pilot aktif dan mengamati perilaku orang di kehidupan nyata.

Suara.com - Syuting film Penerbangan Terakhir yang dibintangi Jerome Kurnia dilakukan di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Sutradara Benni Setiawan sengaja memilih lokasi syuting di bandara asli agar terkesan natural di mata penonton.

Tapi gara-gara itu, Jerome alami kejadian unik. Ia dikira pilot asli oleh petugas bandara.

"Mereka sampai bertanya, mereka juga menyapa," kata Jerome setelah pemutaran pratayang film Penerbangan Terakhir, di bilangan Setiabudi, Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

Lucunya, sejumlah pilot di sana juga ikut terkecoh oleh penampilan Jerome Kurnia.

"Malah pilotnya sendiri menyambut sampai memberi hormat," ujar Jerome.

Jerome tak menampik sempat canggung sendiri karena di kira pilot sungguhan. Tapi ia akhirnya memanfaatkan momen tersebut sebagai pendalaman karakter.

Jadi Pilot Manipulatif

Di film Penerbangan Terakhir, Jerome Kurnia berperan sebagai Kapten Deva Angkasa. Karakter ini digambarkan sebagai pilot muda yang karismatik, memiliki otoritas tinggi, namun manipulatif.

Baca Juga: Beli Tiket Film Penerbangan Terakhir di M-Tix, Ada Promo Buy 1 Get 1 Free

Bahkan, dalam sesi diskusi, sang sutradara sempat berkelakar bahwa karakter Deva ini "lebih bajingan dari Aris," merujuk pada karakter ikonik peselingkuh yang pernah viral sebelumnya.

Bagi Jerome, memerankan sosok Deva memiliki tantangan tersendiri. Dia tidak hanya mengandalkan naskah, tetapi juga melakukan riset mendalam dengan mengamati perilaku orang-orang di sekitarnya serta berdiskusi langsung dengan pilot aktif.

"Aku selalu berangkat dari naskah. Tapi itu selalu enggak cukup. Pasti aku akan nambahin beberapa referensi lain, mostly dari orang sehari-hari. Mungkin ada lima (referensi), sedikit-sedikit diambil dan dimasukin ke dalam Deva," ujar Jerome.

Jerome juga menyoroti mentalitas seorang kapten yang dia pelajari.

"Kalau di dalam pesawat ya Captain yang paling tinggi. Lo mau ngapain itu terserah Captain. Kasarnya ya," katanya.

Load More