Suara.com - Prilly Latuconsina mendadak mengumumkan undur diri dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang didirikannya bareng Umay Shahab dan Yahni Damayanti.
Sinemaku Pictures didirikan pada 2019 dan telah menghasilkan delapan judul yang sudah tayang dan dua upcoming film.
Kukira Kau Rumah yang menjadi film pertama Sinemaku Pictures pun terbilang sukses.
Bahkan Kukira Kau Rumah menerima penghargaan MURI karena memecahkan rekor sebagai film dengan penonton terbanyak di tengah pandemi.
Ketahui film-film produksi Sinemaku Pictures sebelum Prilly Latuconsina hengkang berikut ini.
1. Kukira Kau Rumah
Film Kukira Kau Rumah membuka harapan untuk industri perfilman Tanah Air yang sempat terseok-seok di tengah pandemi Covid-19.
Dengan 2,2 juta penonton, film Kukira Kau Rumah memecahkan rekor penonton terbanyak hingga MURI memberikan penghargaan.
Disutradarai Umay Shahab, film pertama Sinemaku Pictures tersebut mengisahkan Niskala (Prilly Latuconsina) yang menderita bipolar.
Baca Juga: The Equalizer: Aksi Brutal Denzel Washington Lawan Sindikat Germo Rusia, Malam Ini di Trans TV
Niskala mencari kebahagiaan dan bertemu pria kesepian bernama Pram (Jourdy Pranata).
2. Ketika Berhenti di Sini
Film kedua Sinemaku Pictures bertajuk Ketika Berhenti di Sini pun sukses menjadi box office dengan perolehan 1,6 juta penonton.
Film yang dapat ditonton ulang di Netflix tersebut lagi-lagi disutradarai Umay Shahab dengan Prilly Latuconsina sebagai pemeran utama.
Prilly Latuconsina berperan sebagai Dita yang tengah berjuang menghadapi duka kehilangan sang kekasih, Ed (Bryan Domani).
Kacamata AR membuat sosok Ed hadir kembali dalam hidup Prilly sehingga ia sulit membedakan kenyataan dan virtual.
3. Temurun
Inarah Syarafina dipercaya menyutradarai film horor pertama Sinemaku Pictures bertajuk Temurun.
Dibintangi Yasamin Jasem dan Bryan Domani, Temurun berkisah tentang Dewi dan Sena yang menerima warisan misterius ketika orang tua mereka meninggal.
Warisan tersebut rupanya sebuah kutukan dan praktik pesugihan yang membawa teror mistis.
Saat tayang di bioskop, Temurun hanya disaksikan 263 ribu penonton. Kini Temurun dapat ditonton ulang melalui Netflix.
4. All Access To Rossa 25 Shining Years
Film All Access To Rossa 25 Shining Years pun hanya disaksikan 64 ribu penonton bioskop.
Kini tayang di Netflix, perjalanan karier Rossa selama 25 tahun dikemas dengan baik dalan sebuah film dokumenter oleh Ani Ema Susanti.
Irwan Mussry suami Maia Estianty pun menjadi salah satu produser film berdurasi 90 menit tersebut.
5. Bolehkah Sekali Saja Kumenangis
Kembali dibintangi Prilly Latuconsina, film Bolehkan Sekali Saja Kumenangis meraih 1,1 juta penonton saat tayang di bioskop pada 2024.
Namun kali ini Prilly Latuconsina diarahkan oleh Reka Wijaya dan menjadi lawan main Dikta Wicaksono.
Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis mengungkap perjalanan Tari menyembuhkan lukanya sebagai anak yang tumbuh di lingkungan pelaku KDRT.
Grup support kesehatan mental lantas mempertemukan Tari dengan Baskara yang mengalami trauma serupa. Tayang di Netflix.
Film Perayaan Mati Rasa tak hanya menunjukkan kebolehan Umay Shahab sebagai seorang sutradara, tetapi juga aktor.
Umay Shahab menjadi lawan main Iqbaal Ramadhan dalam film yang mendapat 1,3 juta penonton saat tayang di bioskop.
Iqbaal berperan sebagai Ian, kakak yang selalu dibanding-bandingkan dengan Uta (Umay Shahab).
Kehilangan orangtua membuat Ian berusaha kuat hingga mati rasa. Saksikan selengkapnya di Netflix.
7. Hanya Namamu dalam Doaku
Hanya Namamu dalam Doaku menjadi film kedua Reka Wijaya bersama Sinemaku Pictures.
Beda dengan Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, Hanya Namamu dalam Doaku yang kini tayang di Netflix hanya mendapat 47 ribu penonton di bioskop.
Dibintangi Nirina Zubir dan Vino G. Bastian, Hanya Namamu dalam Doaku mengisahkan keluarga Arga dan Hanggini yang semula harmonis.
Penyakit yang diderita Arga membuatnya menjauh dari keluarga dan malah menjalin kedekatan dengan sang mantan, Marissa (Naysilla Mirdad).
8. Patah Hati yang Kupilih
Terakhir adalah film Patah Hati yang Kupilih, baru tayang di bioskop pada Desember 2025.
Patah Hati yang Kupilih menjadi proyek terakhir Prilly Latuconsina bersama Sinemaku Pictures.
Prilly berperan sebagai Alya yang menjalin hubungan beda agama dengan Ben (Bryan Domani) sehingga tak mendapat restu orangtua.
Sayangnya tak seperti film Prilly Latuconsina sebelumnya, Patah Hati yang Kupilih hanya mendapat 109 ribu penonton.
Itu dia sederet film produksi Sinemaku Pictures sebelum Prilly Latuconsina memutuskan hengkang. Adakah film favoritmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Tag
Berita Terkait
-
Antara Ibu, AI, dan Ibu Pertiwi: Menyelami Kedalaman Filosofis Film Esok Tanpa Ibu
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Film The American di Netflix, Thriller Sunyi yang Menegangkan
-
Boss Level: Frank Grillo Mati Ratusan Kali demi Selamatkan Dunia, Malam Ini di Trans TV
-
Bedah Proses Kreatif Film Sadali: Syuting Maraton Dua Era hingga Ambisi Hidupkan Seni Rupa 90-an
-
3 Karakter Utama Film Korea Sister, Jung Ji So Comeback!
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
4 Pertunangan Pasangan Artis Disiarkan TV, Terbaru El Rumi dan Syifa Hadju
-
Deretan Host Indonesian Idol, Robby Purba Gantikan Boy William di 2026
-
Pecah! 11 Idol K-Pop Comeback 2026: EXO, BTS hingga BIGBANG
-
Siapa Mikhail Iman? Sosok yang Dicurigai Pacar Baru Ria Ricis
-
Sinopsis A Knight of the Seven Kingdoms, Prekuel dari Game of Thrones
-
Antara Ibu, AI, dan Ibu Pertiwi: Menyelami Kedalaman Filosofis Film Esok Tanpa Ibu
-
3 Karakter Utama Film Korea Sister, Jung Ji So Comeback!
-
Bukan Kejar Harta, Teddy Pardiyana Ungkap Alasan Ajukan Hak Ahli Waris Bintang
-
Nostalgia Tren 2016, 6 Selebritis Tampil Ikonik dengan Kalung Choker dan Jeans Robek
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Film The American di Netflix, Thriller Sunyi yang Menegangkan