Entertainment / Film
Selasa, 20 Januari 2026 | 08:00 WIB
Film Produksi Sinemaku Pictures sebelum Prilly Latuconsina Hengkang (Instagram/@prillylatuconsina96)

Suara.com - Prilly Latuconsina mendadak mengumumkan undur diri dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang didirikannya bareng Umay Shahab dan Yahni Damayanti.

Sinemaku Pictures didirikan pada 2019 dan telah menghasilkan delapan judul yang sudah tayang dan dua upcoming film.

Kukira Kau Rumah yang menjadi film pertama Sinemaku Pictures pun terbilang sukses.

Bahkan Kukira Kau Rumah menerima penghargaan MURI karena memecahkan rekor sebagai film dengan penonton terbanyak di tengah pandemi.

Ketahui film-film produksi Sinemaku Pictures sebelum Prilly Latuconsina hengkang berikut ini.

1. Kukira Kau Rumah

Film Kukira Kau Rumah Produksi Sinemaku Pictures

Film Kukira Kau Rumah membuka harapan untuk industri perfilman Tanah Air yang sempat terseok-seok di tengah pandemi Covid-19.

Dengan 2,2 juta penonton, film Kukira Kau Rumah memecahkan rekor penonton terbanyak hingga MURI memberikan penghargaan.

Disutradarai Umay Shahab, film pertama Sinemaku Pictures tersebut mengisahkan Niskala (Prilly Latuconsina) yang menderita bipolar.

Baca Juga: The Equalizer: Aksi Brutal Denzel Washington Lawan Sindikat Germo Rusia, Malam Ini di Trans TV

Niskala mencari kebahagiaan dan bertemu pria kesepian bernama Pram (Jourdy Pranata).

2. Ketika Berhenti di Sini

Film Ketika Berhenti di Sini Produksi Sinemaku Pictures

Film kedua Sinemaku Pictures bertajuk Ketika Berhenti di Sini pun sukses menjadi box office dengan perolehan 1,6 juta penonton.

Film yang dapat ditonton ulang di Netflix tersebut lagi-lagi disutradarai Umay Shahab dengan Prilly Latuconsina sebagai pemeran utama.

Prilly Latuconsina berperan sebagai Dita yang tengah berjuang menghadapi duka kehilangan sang kekasih, Ed (Bryan Domani).

Kacamata AR membuat sosok Ed hadir kembali dalam hidup Prilly sehingga ia sulit membedakan kenyataan dan virtual.

3. Temurun

Film Temurun Produksi Sinemaku Pictures

Inarah Syarafina dipercaya menyutradarai film horor pertama Sinemaku Pictures bertajuk Temurun.

Dibintangi Yasamin Jasem dan Bryan Domani, Temurun berkisah tentang Dewi dan Sena yang menerima warisan misterius ketika orang tua mereka meninggal.

Warisan tersebut rupanya sebuah kutukan dan praktik pesugihan yang membawa teror mistis.

Saat tayang di bioskop, Temurun hanya disaksikan 263 ribu penonton. Kini Temurun dapat ditonton ulang melalui Netflix.

4. All Access To Rossa 25 Shining Years

Film All Access To Rossa 25 Shining Years Produksi Sinemaku Pictures

Film All Access To Rossa 25 Shining Years pun hanya disaksikan 64 ribu penonton bioskop.

Kini tayang di Netflix, perjalanan karier Rossa selama 25 tahun dikemas dengan baik dalan sebuah film dokumenter oleh Ani Ema Susanti.

Irwan Mussry suami Maia Estianty pun menjadi salah satu produser film berdurasi 90 menit tersebut.

5. Bolehkah Sekali Saja Kumenangis

Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis Produksi Sinemaku Pictures

Kembali dibintangi Prilly Latuconsina, film Bolehkan Sekali Saja Kumenangis meraih 1,1 juta penonton saat tayang di bioskop pada 2024.

Namun kali ini Prilly Latuconsina diarahkan oleh Reka Wijaya dan menjadi lawan main Dikta Wicaksono.

Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis mengungkap perjalanan Tari menyembuhkan lukanya sebagai anak yang tumbuh di lingkungan pelaku KDRT.

Grup support kesehatan mental lantas mempertemukan Tari dengan Baskara yang mengalami trauma serupa. Tayang di Netflix.

6. Perayaan Mati Rasa

Film Perayaan Mati Rasa Produksi Sinemaku Pictures

Film Perayaan Mati Rasa tak hanya menunjukkan kebolehan Umay Shahab sebagai seorang sutradara, tetapi juga aktor.

Umay Shahab menjadi lawan main Iqbaal Ramadhan dalam film yang mendapat 1,3 juta penonton saat tayang di bioskop.

Iqbaal berperan sebagai Ian, kakak yang selalu dibanding-bandingkan dengan Uta (Umay Shahab).

Kehilangan orangtua membuat Ian berusaha kuat hingga mati rasa. Saksikan selengkapnya di Netflix.

7. Hanya Namamu dalam Doaku

Film Hanya Namamu dalam Doaku Produksi Sinemaku Pictures

Hanya Namamu dalam Doaku menjadi film kedua Reka Wijaya bersama Sinemaku Pictures.

Beda dengan Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, Hanya Namamu dalam Doaku yang kini tayang di Netflix hanya mendapat 47 ribu penonton di bioskop.

Dibintangi Nirina Zubir dan Vino G. Bastian, Hanya Namamu dalam Doaku mengisahkan keluarga Arga dan Hanggini yang semula harmonis.

Penyakit yang diderita Arga membuatnya menjauh dari keluarga dan malah menjalin kedekatan dengan sang mantan, Marissa (Naysilla Mirdad).

8. Patah Hati yang Kupilih

Film Patah Hati yang Kupilih Produksi Sinemaku Pictures

Terakhir adalah film Patah Hati yang Kupilih, baru tayang di bioskop pada Desember 2025.

Patah Hati yang Kupilih menjadi proyek terakhir Prilly Latuconsina bersama Sinemaku Pictures.

Prilly berperan sebagai Alya yang menjalin hubungan beda agama dengan Ben (Bryan Domani) sehingga tak mendapat restu orangtua.

Sayangnya tak seperti film Prilly Latuconsina sebelumnya, Patah Hati yang Kupilih hanya mendapat 109 ribu penonton.

Itu dia sederet film produksi Sinemaku Pictures sebelum Prilly Latuconsina memutuskan hengkang. Adakah film favoritmu?

Kontributor : Neressa Prahastiwi

Load More