Entertainment / Gosip
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:04 WIB
Ustaz Mengajar 85 Anak Tanpa Bayaran, Rela Lapar dan Hampir Terusir (instagram)

Suara.com - Kisah pengabdian seorang guru ngaji bernama Ustaz Deni asal Ciparay, Kabupaten Bandung, mendadak menyita perhatian publik setelah viral di media sosial.

Di tengah tekanan ekonomi yang berat, Ustaz Deni tetap konsisten mengajarkan ilmu agama kepada puluhan anak tanpa menarik biaya apa pun.

Sosoknya dikenal membimbing sekitar delapan puluh lima anak di lingkungan sekitar dengan penuh kesabaran dan ketulusan setiap hari.

Cerita inspiratif ini pertama kali mencuat ke ruang publik setelah dibagikan oleh akun Instagram @lambegosiip pada Kamis, 29 Januari 2026.

Dalam unggahan tersebut, kehidupan sederhana Ustaz Deni digambarkan jauh dari kata layak, mulai dari tempat tinggal hingga pekerjaan sehari-hari.

Dia bersama keluarga tinggal di kontrakan kecil di gang sempit, sembari mengandalkan penghasilan tidak menentu dari pekerjaan buruh serabutan.

Bahkan, dalam periode tertentu, dia sempat berada di ambang kehilangan tempat tinggal akibat tunggakan biaya sewa yang belum terbayarkan.

Kondisi sulit tersebut nyatanya tidak menggoyahkan komitmen Ustaz Deni untuk terus mengajar anak-anak belajar membaca dan memahami Alquran.

Baca Juga: Tegur Pengendara Merokok, Aldi Jadi Korban Pemukulan dan Desak Pelaku Segera Diproses Hukum

Setiap sesi mengaji dilakukan secara cuma-cuma tanpa pungutan, menjadikan rumah sederhananya sebagai ruang belajar penuh makna.

Unggahan itu juga menyoroti keteguhan hatinya yang memilih mengabdi, meski harus menghadapi keterbatasan ruang, tenaga, dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Di balik lantunan ayat suci yang rutin terdengar, tersimpan kenyataan pahit bahwa ia dan sang istri kerap menahan lapar demi murid-muridnya.

Bagi Ustaz Deni, pengorbanan fisik dianggap jauh lebih ringan dibandingkan risiko generasi muda kehilangan akses terhadap ilmu agama.

Sejak dibagikan ke media sosial, unggahan tersebut telah mengumpulkan puluhan ribu tanda suka.

Kolom komentar pun dipenuhi ungkapan haru, doa, serta dukungan moral dari warganet yang tersentuh oleh ketulusan sang ustaz.

Load More