- Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri atas lebih dari lima laporan terkait materi Stand Up Netflix 'Mens Rea'.
- Ia mengakui beberapa laporan terkait fisik Gibran dan dugaan penistaan agama yang melibatkan organisasi besar seperti NU dan Muhammadiyah.
- Pandji membahas bahaya hukumisasi keyakinan pribadi serta menolak penggunaan kiasan negara seperti 'Konoha' demi kebebasan berpendapat.
Setidaknya, ada tiga hal yang menarik perhatian. Apa saja? Ini dia ulasannya.
1. Debat Alasan 'Menurut Keyakinan Saya' yang Dinilai Tak Bisa Lolos Hukum
Denny Sumargo mengulas ucapan Pandji Pragiwaksono mengenai 'menurut keyakinan saya' hal itu sebagai penggandeng untuk isu-isu sensitif.
Seperti halnya yang hadir di isi materi Pandji Pragiwaksono. "Mana mungkin Verrell Bramasta jadi anggota DPR", ucapnya dalam acara Mens Rea.
Pandji Pragiwaksono kemudian melanjutkan, "menurut keyakinan saya mah, dia nggak ngerti Undang-undang, anggaran. Sekarang mungkin ngerti, tapi waktu itu?"
Denny Sumargo lantas mencoba frasa tersebut apakah lolos dari laporan polisi saat orang yang dijadikan bahan pembicaraan tidak berkenan.
"Gue cek Chat-GPT, wah kalau 'menurut keyakinan saya' apakah bisa terhindar dari delik pidana? Nggak bisa. Nah coba lu jelasin ama gua apa maknanya tuh?" tanya Denny Sumargo.
Pandji berpendapat, setiap orang memiliki hak atas keyakinannya masing-masing dan hal itu seharusnya menjadi ranah pribadi yang tidak bisa diintervensi hukum.
Ia menganggap, mempermasalahkan keyakinan seseorang akan menjadi perdebatan yang tidak pernah selesai.
Baca Juga: Sinopsis The Fifth Wheel, Film Komedi Netflix yang Dibintangi Kim Kardashian
"Apa iya kita mau mempermasalahkan itu? Kan keyakinan orang masing-masing. Kalau gua meyakini Allah SWT adalah Tuhan gua dan gua meyakini itu adalah satu-satunya Tuhan, apakah gua harus mempermasalahkan keyakinan orang lain yang berbeda? Iya itu kan ranah pribadi masing-masing," jelas Pandji.
Pandji Pragiwakson khawatir jika tren melaporkan keyakinan pribadi ini terus berlanjut di masa depan.
Ia melihat ada ancaman serius bagi kebebasan berekspresi jika setiap pendapat yang didasari keyakinan pribadi harus berujung di pengadilan.
"Nah ini yang menurut gue bahaya. Masa keyakinan dibawa ke kasus hukum? Itu yang bahaya. Kalau apa-apa terjadi sama gua karena keyakinan gua, suramlah Indonesia di masa depan, keyakinan setiap orang kemudian dikasusin," keluh sang komika.
2. Pandji Pragiwaksono Enggan Gunakan Kiasan 'Konoha' atau 'Wakanda'
Selain soal paham 'menurut keyakinan saya', Pandji Pragiwaksono juga membahas soal kata ganti yang kerap dibahas untuk sebuah negara.
"Kalau lu perhatiin, gue nggak gitu nyaman dengan yang 'wah kalau di negara Konoha...' atau 'kalau di negeri Wakanda nih...' gitu. Kalau mau nyebut Indonesia nyebut Indonesia aja," ujar Pandji Pragiwaksono.
Baginya, penggunaan nama samaran tersebut justru menjadi bukti nyata bahwa ada yang tidak beres dengan kebebasan berpendapat di Indonesia saat ini.
Ia merasa penggunaan istilah tersebut menunjukkan ketakutan masyarakat untuk berbicara jujur.
"(Kata ganti) Itu juga menggambarkan bahwa Indonesia kita ada yang salah kan? Kalau lu nggak bisa ngomong secara terbuka Indonesia, sehingga lu harus ganti dengan Konoha dan ganti dengan Wakanda, ada yang salah dong dengan kebebasan berpendapat," tuturnya.
Pandji Pragiwaksono juga memilih tetap menggunakan nama asli tokoh maupun negara dalam setiap materinya.
Meskipun ia tahu risikonya akan sangat besar. Sang komika mengaku sudah siap menghadapi dialog jika ada pihak yang merasa keberatan dengan apa yang ia sampaikan.
"Jadi gue ngomong apa adanya aja. Nama pun gua sebut semua di situ," jelasnya lagi.
3. Tak lagi berpikir materi ini 'aman' di masyarakat atau tidak
Pandji Pragiwaksono juga menegaskan, sejak tersandung kasus penghinaan kucing beberapa tahun lalu, ia sudah tidak lagi memusingkan apakah karyanya aman atau tidak.
"Gue udah berhenti mikirin apakah ini aman atau tidak, apakah ini menyinggung atau tidak, sejak kasus kucing," ucapnya.
Fokusnya saat ini adalah berkarya dengan niat yang jujur tanpa bermaksud buruk kepada siapa pun.
"Terpenting gua tau niatnya nggak buruk aja. Jadi gua ngomong apa pun yang gua mau," pungkas Pandji Pragiwaksono.
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Klarifikasi Usai Sebut Nama Raffi Ahmad dalam Materi Pencucian Uang Mens Rea
-
Pandji Pragiwaksono Apresiasi Sikap Gibran Tanggapi Candaan Mens Rea: Bijak dan Paham Pop Culture
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Pilih Netflix untuk Tampilkan Mens Rea yang Berujung Pro Kontra
-
Pandji Pragiwakson Sudah Minta Maaf Kasus Toraja, Pasrah Bila Proses Hukum Tetap Berjalan
-
Sinopsis Film Netflix Even If This Love Disappears Tonight, Kala Pacarmu Hilang Ingatan Setiap Hari
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan
-
RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!
-
Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!
-
Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026