Entertainment / Gosip
Selasa, 03 Februari 2026 | 11:14 WIB
Pandji Pragiwasono (Netflix)
Baca 10 detik
  • Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri atas lebih dari lima laporan terkait materi Stand Up Netflix 'Mens Rea'.
  • Ia mengakui beberapa laporan terkait fisik Gibran dan dugaan penistaan agama yang melibatkan organisasi besar seperti NU dan Muhammadiyah.
  • Pandji membahas bahaya hukumisasi keyakinan pribadi serta menolak penggunaan kiasan negara seperti 'Konoha' demi kebebasan berpendapat.

Setidaknya, ada tiga hal yang menarik perhatian. Apa saja? Ini dia ulasannya. 

1. Debat Alasan 'Menurut Keyakinan Saya' yang Dinilai Tak Bisa Lolos Hukum

Denny Sumargo mengulas ucapan Pandji Pragiwaksono mengenai 'menurut keyakinan saya' hal itu sebagai penggandeng untuk isu-isu sensitif.

Seperti halnya yang hadir di isi materi Pandji Pragiwaksono. "Mana mungkin Verrell Bramasta jadi anggota DPR", ucapnya dalam acara Mens Rea.

Pandji Pragiwaksono kemudian melanjutkan, "menurut keyakinan saya mah, dia nggak ngerti Undang-undang, anggaran. Sekarang mungkin ngerti, tapi waktu itu?"

Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, Senin (2/2/2026) terkait kasus materi stand up comedy-nya yang dianggap menghina suku Toraja. [Tiara Rosana/Suara.com]

Denny Sumargo lantas mencoba frasa tersebut apakah lolos dari laporan polisi saat orang yang dijadikan bahan pembicaraan tidak berkenan.

"Gue cek Chat-GPT, wah kalau 'menurut keyakinan saya' apakah bisa terhindar dari delik pidana? Nggak bisa. Nah coba lu jelasin ama gua apa maknanya tuh?" tanya Denny Sumargo.

Pandji berpendapat, setiap orang memiliki hak atas keyakinannya masing-masing dan hal itu seharusnya menjadi ranah pribadi yang tidak bisa diintervensi hukum. 

Ia menganggap, mempermasalahkan keyakinan seseorang akan menjadi perdebatan yang tidak pernah selesai.

Baca Juga: Sinopsis The Fifth Wheel, Film Komedi Netflix yang Dibintangi Kim Kardashian

"Apa iya kita mau mempermasalahkan itu? Kan keyakinan orang masing-masing. Kalau gua meyakini Allah SWT adalah Tuhan gua dan gua meyakini itu adalah satu-satunya Tuhan, apakah gua harus mempermasalahkan keyakinan orang lain yang berbeda? Iya itu kan ranah pribadi masing-masing," jelas Pandji.

Pandji Pragiwakson khawatir jika tren melaporkan keyakinan pribadi ini terus berlanjut di masa depan. 

Ia melihat ada ancaman serius bagi kebebasan berekspresi jika setiap pendapat yang didasari keyakinan pribadi harus berujung di pengadilan.

"Nah ini yang menurut gue bahaya. Masa keyakinan dibawa ke kasus hukum? Itu yang bahaya. Kalau apa-apa terjadi sama gua karena keyakinan gua, suramlah Indonesia di masa depan, keyakinan setiap orang kemudian dikasusin," keluh sang komika.

Pandji Pragiwaksono mendapat banyak kritikan, setelah materi standup comedy-nya berjudul "Mens Rea" yang tayang di Netflix viral. [YouTube]

2. Pandji Pragiwaksono Enggan Gunakan Kiasan 'Konoha' atau 'Wakanda'

Selain soal paham 'menurut keyakinan saya', Pandji Pragiwaksono juga membahas soal kata ganti yang kerap dibahas untuk sebuah negara.

Load More