- Prilly Latuconsina menuai kritik tajam karena menggunakan fitur "Open to Work" di LinkedIn hanya untuk promosi merek (iklan), bukan mencari kerja sungguhan.
- Prilly telah meminta maaf dan mengakui ketidakpekaannya terhadap situasi sulit yang dihadapi para pejuang kerja atau pencari kerja asli.
- Kasus ini menjadi pengingat bagi figur publik agar lebih berhati-hati dalam membuat strategi pemasaran agar tidak menyinggung sensitivitas sosial.
Dalam klarifikasinya, Prilly berdalih bahwa penggunaan LinkedIn awalnya dimaksudkan untuk memperluas jaringan di luar zona nyamannya sebagai figur publik.
Prilly mengklaim ingin menjajaki kolaborasi lintas industri untuk pengembangan diri, bukan untuk merampas kesempatan orang lain yang memang membutuhkan pekerjaan secara riil.
"Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh," jelasnya.
Kronologi Gimik Berujung Antipati
Kegaduhan ini bermula pada 25 Januari 2026, ketika Prilly secara mengejutkan memasang lencana "Open to Work" segera setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari Sinemaku Pictures.
Sontak, publik awalnya memberikan apresiasi. Banyak yang kagum melihat seorang bintang besar bersedia melamar pekerjaan sebagai offline sales demi mencari pengalaman baru.
Respons publik sangat masif, terbukti dengan masuknya lebih dari 30.000 permintaan koneksi di akun LinkedIn-nya dalam waktu singkat.
Namun, rasa kagum itu berubah menjadi kekecewaan mendalam pada 30 Januari 2026. Prilly terlihat melakukan aksi promosi sebagai tenaga penjual untuk sebuah merek pasta gigi di salah satu pusat perbelanjaan di Bekasi.
Momen itulah yang memicu kemarahan dan murka warganet. Publik merasa "kena prank" oleh sosok yang selama ini mereka jadikan inspirasi.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Minta Maaf usai Polemik Open to Work di LinkedIn
Bagi para pencari kerja yang setiap hari bergulat dengan ketidakpastian, melihat fitur perjuangan mereka dijadikan bahan iklan komersial adalah sebuah ironi yang menyakitkan.
Meskipun Prilly telah melayangkan permohonan maaf, perdebatan di ruang digital belum mereda. Sebagian pihak mengapresiasi langkah beraninya untuk mengakui kesalahan.
Namun, bagi sebagian lainnya, permintaan maaf ini belum cukup menghapus kesan bahwa industri hiburan seringkali terlalu jauh berjarak dengan realitas pahit yang dihadapi masyarakat kelas pekerja di kota-kota besar Indonesia.
Berita Terkait
-
Prilly Latuconsina Bongkar Jam Kerja Sinetron Dulu: Tak Manusiawi
-
Prilly Latuconsina Beberkan Realita Gelap Syuting Sinetron, Bisa Bikin Peran Dimatikan
-
Prilly Latuconsina Beberkan Realita Pahit Syuting Sinetron, Protes Bisa Bikin Peran 'Dimatikan'
-
Kartini Masa Kini: Aksi Nyata Prilly Untuk Lingkungan Berkelanjutan
-
Horor Prilly Latuconsina Meledak! Danur: The Last Chapter Tembus 2 Juta Penonton dalam 10 Hari
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik
-
Toy Story 5: Saat Woody Menua dan Terancam Terlupakan oleh Gawai Bonnie
-
Bintangi Film Tanah Sengketa, The Virgin Berani Tampil Beda
-
Follow Me (No Escape): Ketika Konten Viral Berujung Maut, Malam Ini di Trans TV