- Jerinx SID pada 3 Februari 2026 menyatakan perjuangannya tentang isu kesehatan global mulai terbukti setelah dokumen "Epstein Files" muncul.
- Dokumen tersebut mengungkap adanya proposal simulasi pandemi tahun 2017 dari Jeffrey Epstein kepada Bill Gates, memicu klaim Jerinx.
- Jerinx menyinggung kasus kriminalisasi dirinya dan tokoh lain yang memiliki pandangan serupa mengenai konspirasi pandemi.
"Minimal otaknya kebuka dikit untuk menerima fakta bahwa bangsa ini masih dijajah oleh entitas asing," ucapnya.
Komentar pedas Jerinx ini tidak lepas dari sejarah panjang perseteruannya dengan kebijakan pandemi.
Pada tahun 2020, Jerinx sempat divonis 10 bulan penjara karena menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai "Kacung WHO".
Protes itu dia layangkan karena keberatan terhadap syarat rapid test bagi ibu hamil yang hendak melahirkan.
Istrinya, Nora Alexandra, turut memberikan pembelaan dalam unggahan tersebut.
Nora mengenang masa-masa sulit saat sang suami dihina dan disebut berhalusinasi.
"Tetap bangga di barisan berbeda dengan jalannya domba yang berkelompok, tetap waras di era was-was yang berujung WASPADA," tulis Nora yang diunggah ulang Jerinx.
Meski menyerang banyak pihak, Jerinx SID menyelipkan pesan khusus kepada komika Ernest Prakasa.
Dia mengapresiasi sikap Ernest yang tetap membela Nora Alexandra secara kemanusiaan saat Jerinx sedang mendekam di penjara, meskipun keduanya memiliki perbedaan pandangan yang tajam mengenai pandemi.
Baca Juga: Dicibir Saat Upacara Ngaben Ayah Jerinx, Nora Alexandra Tegaskan: Saya Terlahir Muslim
"Terima kasih @ernestprakasa yang meskipun beda world-view dengan saya terkait plandemix, sudah speak up membela istri saya yang dibully media saat saya dipenjara," tulisnya di bagian akhir caption.
Unggahan ini kini menjadi perbincangan hangat di media sosial, memicu kembali perdebatan antara pendukung teori konspirasi dan mereka yang tetap berpegang pada otoritas kesehatan resmi.
Berita Terkait
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
-
Dicibir Saat Upacara Ngaben Ayah Jerinx, Nora Alexandra Tegaskan: Saya Terlahir Muslim
-
Kabar Duka, Ayah Jerinx SID Meninggal Dunia
-
Ariana Grande Idap Salah Satu Virus Mematikan, Mendadak Batal Hadiri Acara
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Sinopsis Film Suamiku Lukaku, Kisah Pilu Acha Septriasa Hadapi KDRT dari Baim Wong
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ketua Mualaf Center Indonesia Ungkap Dampak Seriusnya
-
Momen Syifa Hadju Minta Izin Pakai Busana Terbuka Tuai Pro Kontra: Kan Dosanya Ditanggung Suami
-
Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta
-
Ajak Main Film Terbarunya, Baim Wong Jawab Tudingan Eksploitasi Penyandang Down Syndrome
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Bantah Terlibat