Suara.com - Pandji Pragiwaksono baru-baru ini mendatangi Tongkonan Layuk Kaero, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan pada Selasa (10/2/2026).
Kedatangan komika tersebut bertujuan untuk menjalani sidang adat setelah materi stand up comedy yang dibawakannya menuai polemik karena dianggap menyinggung adat dan tradisi Toraja.
Setelah melalui rangkaian prosesi sidang adat, Pandji membagikan pengalamannya lewat unggahan terbaru di Instagram.
Ia menceritakan bahwa di penghujung proses sidang, pemimpin upacara adat menyampaikan bahwa banyak masyarakat Toraja tidak menyangka dirinya benar-benar akan hadir.
Pandji menuturkan bahwa kehadirannya justru membuat suasana yang semula dipenuhi kemarahan menjadi mereda.
“Ketika melihat gue berjalan memasuki Tongkonan Kaero yang berusia 800 tahun, menurut beliau dan beberapa tetua, kemarahan orang mereda,” kata Pandji, Kamis (12/2/2026).
Dalam kesempatan itu, ia juga disebut sebagai seorang ksatria karena dinilai berani datang dan menghadapi pertanyaan dari para perwakilan wilayah adat.
“Dalam pidatonya beliau mengatakan bahwa gue seorang Ksatria karena hadir dan menghadapi pertanyaan perwakilan 32 wilayah adat,” tulis Pandji.
Usai menjalani upacara adat dan menerima julukan ksatria tersebut, Pandji menghampiri pemimpin upacara untuk menyampaikan sesuatu secara langsung.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono dan MUI Nobar Mens Rea: Dialog Menyenangkan, Penuh Tawa
Ia menjabat tangan sang pemimpin adat dan mengungkapkan makna dari namanya.
“Bapak perlu tahu, nama panjang saya Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo. Wongso Yudo artinya Bangsa Perang. Alias: Ksatria,” ucapnya.
Setelah mendengar ucapannya, menurut Pandji, pemimpin upacara itu tersenyum lalu menjabat tangannya lebih erat.
Momen tersebut membuatnya kembali mengingat perjalanan hidup yang ia yakini sebagai bentuk perjuangan.
“Gue memang ditakdirkan untuk berjuang di jalan seperti ini. Supaya yang lain bisa belajar atau bisa melewati dengan nyaman jalan yang sudah dibuka. Wongsoyudan takdirnya berjuang,” kata Pandji.
Sementara itu, dalam peradilan yang dihadiri perwakilan masyarakat Toraja itu, Pandji mendapatkan sanksi adat yang mewajibkannya menyerahkan satu ekor babi dan lima ekor ayam.
Bagi masyarakat Toraja, sidang adat merupakan ruang pemulihan, bukan semata-mata penghukuman apalagi penghakiman sepihak.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Kasus Pandji Pragiwaksono soal Toraja Tuntas Lewat Sidang Adat, Dikenai Sanksi 1 Babi dan 5 Ayam
-
Pandji Pragiwaksono: Wapres Gibran Contoh yang Benar dalam Menanggapi Jokes
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan
-
Buntut Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Bawa Hasil Diskusi MUI ke Penyidik Polda Metro Jaya
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
DNA Rilis Album Aurora, Realita Kehidupan DJ Aloy dan JayJax dalam 18 Lagu