Entertainment / Gosip
Senin, 23 Februari 2026 | 15:42 WIB
Lisnawatii ibunda Nizam Syafei (berhijab hitam) melaporkan kasus putra kandungnya yang dianiai ibu tiri ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Senin (23/2/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Bocah 12 tahun, Nizam, meninggal dunia akibat dugaan kekerasan oleh ibu tirinya, TR.
  • Sang ayah memutus komunikasi dan membohongi Nizam bahwa ibu kandungnya sudah meninggal dunia.
  • Terpisah selama 4 tahun, ibu kandung Nizam kini melaporkan kasus ini ke KPAI untuk menuntut keadilan.

Suara.com - Lisnawati kini hanya bisa berserah diri menghadapi kenyataan pahit atas kematian putranya, Nizam Syafei.

Bocah berusia 12 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya setelah diduga menjadi korban kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri, yang berinisial TR.

Kesedihan Lisnawati kian mendalam karena ia merasa tidak berdaya untuk melindungi Nizam. Pasalnya, sudah empat tahun terakhir ia kehilangan akses untuk bertemu dengan sang anak.

Lisnawati menjelaskan bahwa Nizam adalah buah hatinya dari pernikahan siri dengan Anwar Satibi. Setelah keduanya berpisah, Nizam sempat tinggal bersamanya sebelum akhirnya dibawa oleh sang ayah.

"Saya mengurusnya sampai dia umur 7 tahun. Waktu itu anaknya bilang ingin masuk pesantren, jadi saya antar dan masukkan ke sana," ungkap Lisnawati saat mendatangi kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.

Namun, keadaan berubah setelah Nizam diambil alih oleh Anwar Satibi. Sejak saat itu, komunikasi antara ibu dan anak ini terputus total.

Mirisnya, Anwar diduga membohongi Nizam mengenai keberadaan ibu kandungnya.

"Komunikasi diputus oleh pihak ayahnya dengan alasan saya sudah meninggal. Ayahnya bilang kepada Nizam kalau ibu kandungnya sudah tidak ada," kata Lisnawati.

Lisnawati menegaskan bahwa ia bukan tanpa upaya untuk menjumpai Nizam. Berkali-kali ia mendatangi Sukabumi demi mencari keberadaan putranya, namun usahanya selalu menemui jalan buntu.

Baca Juga: Cari Keadilan buat Anak, Ibu Kandung Laporkan Kasus Nizam yang Dianiaya Ibu Tiri ke KPAI

Pertemuan terakhir pun terjadi tiga tahun lalu, itu pun hanya antara dirinya dan nenek Nizam.

Selama masa perpisahan tersebut, Lisnawati sama sekali tidak mendengar kabar adanya kekerasan. Informasi yang ia dapatkan dari para tetangga justru menunjukkan kondisi yang kontras.

"Kata tetangga, Nizam baik-baik saja dan sehat. Dia anak yang punya cita-cita mulia ingin menjadi kiai," ucapnya.

Munculnya dugaan kekerasan oleh ibu tiri (TR) membuat Lisnawati membulatkan tekad untuk mencari keadilan.

Didampingi tim kuasa hukum, ia resmi melaporkan kejadian ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan berencana segera membuat laporan polisi.

Krisna Murti, pengacara Lisnawati, menjelaskan bahwa sebelumnya Polres Sukabumi memang belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga kandung. Namun, mengingat kasus ini telah viral di masyarakat, pihak kepolisian pun mulai mengambil langkah inisiatif.

"Kemarin memang belum ada laporan resmi ke Polres Sukabumi. Namun, karena kasus ini sudah menjadi sorotan publik, penyidik akhirnya berinisiatif untuk mulai bergerak," kata Krisna.

Tag

Load More