Ini tentang harga diri. Sophie tidak hanya menunggu diselamatkan. Dia membuat pilihan, meski pilihan itu berarti kehilangan pria yang dicintainya.
Chemistry antara Luke Thompson dan Yerin Ha benar-benar bersinar di paruh kedua ini.
Adegan bathtub yang sudah dinanti pembaca novel tampil romantis tanpa terasa murahan. Intens, intim, tapi tetap elegan.
Rupanya Bridgerton masih tahu cara membuat penonton tersipu tanpa merasa bersalah.
Subplot Masih Terlalu Ramai
Di sinilah sedikit keluhan muncul. Part 2 terasa padat. Terlalu padat. Seolah-olah setiap karakter ingin mencuri spotlight sebelum musim berakhir.
Kisah Francesca dan Michaela terasa segar dan emosional, apalagi dengan duka mendadak yang mengguncang keluarga Bridgerton.
Adegan keluarga berduka benar-benar menyentuh, mengingatkan pada trauma lama saat mereka kehilangan Edmund.
Hannah Dodd tampil memukau dalam menunjukkan kebingungan dan kesedihan Francesca.
Namun beberapa subplot lain terasa repetitif. Mondrich, dinamika lama keluarga Featherington, hingga bayangan soal Lady Whistledown yang mulai mengarah ke era baru.
Baca Juga: Pemeran Sophie Bridgerton Season 4 Ungkap Dirinya Cucu Aktris Ternama Korea
Semuanya menarik sih. Tapi di titik tertentu terasa seperti fondasi untuk Season 5 yang terlalu dipaksakan masuk.
Ada momen ketika rasanya ingin berkata, "Bisa tidak kita kembali saja ke Benedict dan Sophie?"
Ketika penonton mulai melewatkan adegan tertentu, itu tanda serial ini mungkin sedikit terlalu ambisius.
Visual dan Musik yang Tak Pernah Gagal
Secara visual, tidak ada yang perlu diperdebatkan. Serial produksi Shonda Rhimes ini tetap jadi definisi kemewahan di layar kaca.
Set, kostum, dan tata cahaya seperti lukisan hidup. Setiap tatapan diperlakukan seperti momen sakral.
Musiknya juga kembali jadi senjata rahasia. Aransemen orkestra yang memadukan nuansa modern dan klasik membuat setiap pengakuan cinta terasa lebih megah.
Bridgerton tetap mempertahankan marwahnya, yakni tak sekadar bercerita, tapi juga memanjakan mata.
Yang paling menarik, musim ini terasa lebih dewasa. Lebih sadar sosial. Tidak hanya soal siapa menikah dengan siapa, tapi soal sistem yang menentukan siapa yang layak dicintai.
Setelah menonton Part 1 dan Part 2, ada satu kesimpulan. Musim ini tidak seharusnya dipisah. Ketegangannya lebih terasa jika ditonton sekaligus.
Tapi terlepas dari itu, Season 4 adalah comeback yang kuat setelah musim sebelumnya terasa sedikit goyah.
Benedict dan Sophie kini masuk daftar pasangan favorit. Perjalanan mereka bukan hanya romantis, tapi juga politis dalam cara yang lembut.
Jika ini standar baru untuk kisah saudara-saudara Bridgerton berikutnya, maka sulit untuk tidak berharap serial ini terus berlanjut.
Karena ketika sebuah drama romantis bisa membuat tertawa, tersipu, dan sekaligus berpikir tentang ketidakadilan sosial, rasanya sulit untuk benar-benar berpaling.
Bridgerton kembali jadi pelarian paling indah dari dunia nyata. Dan untuk kali ini, pelarian itu terasa layak diperjuangkan.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Angkat Kisah Cinta Sesama Jenis, 5 Alasan Bridgerton Season 5 di Netflix Tuai Kontroversi
-
Spinoff Bridgerton Disiapkan, Bakal Angkat Kisah Cinta Pasangan Fenomenal Ini
-
Beban Yerin Ha Beradegan Intim di Serial Bridgerton: Bandingkan Standar Kecantikan Korea vs Barat
-
Sinopsis Bridgerton Season 4: Kisah Cinta Ala Cinderelladi Pesta Topeng
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Awalnya Skeptis, Pengalaman Naik MRT dan LRT Ternyata Jauh Lebih Nyaman dari Dugaan
-
Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026
-
Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri
-
Vivo X300e Meluncur, Usung Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Kamera Zeiss
-
Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro
-
IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia