Lifestyle / Komunitas
Senin, 02 Maret 2026 | 08:25 WIB
Ilustrasi perang - Perang Israel vs Iran. (Gemini)

Suara.com - Media sosial kembali gaduh oleh isu akhir zaman setelah perang Iran dan Israel memanas. Kabar pemanggilan 70 ribu tentara cadangan Israel langsung dikaitkan dengan hadis tentang pengikut Dajjal. Lantas, benarkah perang Iran vs Israel pertanda turunnya Dajjal?

Di media sosial, terutama platform X, angka 70 ribu menjadi sorotan utama. Banyak netizen mengaitkannya dengan hadis tentang Dajjal yang akan muncul bersama 70.000 pengikut dari kalangan Yahudi.

“Bentar, 70 ribu pasukan?? Kenapa kok spesifik banget 70 ribu?? Jangan-jangan konspirasi Dajjal sebenernya sudah turun, hanya lagi bekerja di balik layar Israel dan US, itu bener?” Tulis salah satu pengguna X, dikutip Senin (2/3/2026). Cuitan ini langsung memicu diskusi panjang di media sosial.

Tak berhenti di situ, kemunculan fenomena bintang berekor di langit saat bulan Ramadan juga menambah bahan diskusi di kalangan warganet.

Lalu, apakah benar rangkaian peristiwa ini merupakan tanda pasti turunnya Dajjal? Berikut penjelasan lengkapnya.

Hadis 70.000 Pengikut Dajjal: Apa Bunyi dan Maknanya?

Dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Dajjal akan diikuti oleh 70.000 orang Yahudi dari Isfahan, yang mengenakan pakaian khas Persia. Hadis ini sering dikutip setiap kali muncul peristiwa besar yang kebetulan melibatkan angka 70 ribu.

يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْفَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ

Artinya: “Akan mengikuti Dajjal tujuh puluh ribu orang Yahudi Asfahan, mereka memakai jubah-jubah (selendang Persia).”

Baca Juga: Ali Khamenei Apakah Syiah? Pemimpin Tertinggi Iran Dikenal Sederhana dan Tidak Boleh Kaya

Penting dipahami, hadis tersebut bukan penanda waktu kemunculan Dajjal, melainkan informasi tentang kondisi yang terjadi ketika Dajjal benar-benar telah keluar.

Artinya, hadis ini tidak bisa digunakan untuk menafsirkan peristiwa politik atau militer yang terjadi jauh sebelum tanda-tanda besar kiamat muncul.

Para ulama menegaskan bahwa menyamakan angka 70.000 tentara cadangan Israel hari ini dengan hadis tentang pengikut Dajjal adalah kesimpulan yang terlalu dipaksakan. Angka yang sama tidak otomatis menunjukkan peristiwa yang sama, apalagi jika konteksnya sangat berbeda.

Viral Kemunculan Bintang Berekor Saat Ramadan

Selain perang, warganet juga dibuat heboh dengan video bintang berekor yang terlihat di langit malam selama bulan Ramadan. Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan dukhan, salah satu tanda besar kiamat yang disebut dalam Al-Qur’an dan hadis.

Padahal, hadis yang mengaitkan kemunculan bintang berekor dengan dukhan tidak sahih, bahkan dinilai palsu oleh banyak ulama hadis. Oleh karena itu, riwayat tersebut tidak boleh dijadikan dasar keyakinan.

Secara ilmiah, cahaya berekor di langit bisa berupa komet atau meteor, fenomena alam yang sudah sering terjadi sejak dulu. Sementara dukhan yang dimaksud dalam ajaran Islam adalah peristiwa besar, berskala global, dan dampaknya sangat dahsyat, bukan sekadar penampakan cahaya di langit yang hanya terlihat di wilayah tertentu.

Perang Iran vs Israel Termasuk Tanda Akhir Zaman?

Dalam sejumlah hadis sahih, memang disebutkan bahwa di akhir zaman akan terjadi peperangan besar antara kaum muslimin dan kaum Yahudi. Namun para ulama menjelaskan, peperangan itu terjadi setelah Dajjal keluar dan setelah Nabi Isa ‘alaihis salam turun ke bumi.

Dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya mengingatkan bahwa Dajjal adalah sosok manusia nyata, bukan simbol atau sekadar kiasan.

Ia akan muncul sebagai ujian besar bagi umat manusia dan secara terang-terangan mengaku sebagai Tuhan, dengan kemampuan luar biasa yang Allah berikan khusus sebagai fitnah bagi manusia.

Namun Rasulullah SAW telah menjelaskan ciri-ciri Dajjal secara sangat jelas. Dajjal memiliki dua mata yang cacat, satu tidak berfungsi dan satu menonjol keluar.

Di antara kedua matanya tertulis kata “kafir”, yang bisa dibaca oleh setiap orang beriman, baik yang bisa membaca maupun tidak. Artinya, keimananlah yang menjadi pembeda, bukan kecerdasan atau teknologi.

Buya Yahya juga menegaskan bahwa umat Islam tidak diperintahkan sibuk mencari-cari kemunculan Dajjal atau mengaitkan setiap konflik dan fenomena alam dengan akhir zaman.

Konflik antara kaum muslimin dan Yahudi bukan hal baru dalam sejarah Islam. Pada masa Rasulullah SAW pun pernah terjadi peperangan serupa, dan itu tidak serta-merta disebut sebagai tanda kiamat.

Oleh karena itu, perang Iran vs Israel maupun fenomena bintang berekor saat ini belum memenuhi ciri-ciri perang akhir zaman sebagaimana dijelaskan dalam hadis.

Dalam menyikapi isu-isu semacam ini, Islam mengajarkan umatnya bersikap tenang, tidak mudah termakan isu viral, dan fokus memperkuat iman serta memperbanyak amal ibadah, karena waktu datangnya akhir zaman sepenuhnya adalah rahasia Allah SWT.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More