Entertainment / Gosip
Kamis, 05 Maret 2026 | 21:40 WIB
Viral warga Irak temukan drone AS yang gagal meledak mirip punya Iran. (Instagram)

Suara.com - Dunia maya tengah dihebohkan dengan laporan penemuan sebuah pesawat tanpa awak di wilayah Timur Tengah yang memicu perdebatan panas di kalangan pengamat militer dan netizen global.

Sejumlah warga di Irak menemukan Drone Kamikaze tempur milik Amerika Serikat, LUCAS, dalam kondisi utuh dan gagal meledak setelah jatuh pada Senin, 2 Maret 2026.

Ini menjadi viral di Indonesia setelah akun Fakta.Indo mengunggahnya ke media sosial pada 3 Maret 2026.

Penemuan ini menjadi sangat menarik lantaran drone tersebut ditemukan di zona konflik dalam keadaan fisik yang hampir sempurna, memberikan kesempatan langka bagi publik untuk melihat teknologi militer rahasia dari jarak dekat.

Secara teknis, drone yang ditemukan ini bukanlah pesawat pengintai biasa.

Drone Kamikaze adalah drone serangan satu arah yang dirancang untuk meledak saat menghantam target.

Namun, ada satu detail yang paling menyita perhatian netizen dan ahli strategi pertahanan: desainnya.

Banyak yang menyadari bahwa drone LUCAS merupakan tiruan dari Drone Kamikaze Iran Shahed-136 yang diperkenalkan ke publik pada tahun 2021.

Baca Juga: Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang

Kemiripan visual yang sangat identik ini menimbulkan kebingungan awal di kalangan warga setempat sebelum akhirnya dikonfirmasi sebagai aset militer Amerika Serikat.

Asal-usul pengembangan LUCAS sendiri memiliki sejarah yang cukup kontroversial di balik layar militer Paman Sam.

Berdasarkan informasi dari otoritas terkait, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan militer AS berhasil merampas drone Shahed milik Iran dan melakukan reverse-engineer untuk mengembangkan versi AS pada 2025.

Langkah reverse-engineering atau rekayasa balik ini dilakukan untuk memahami sekaligus menduplikasi kapabilitas drone lawan guna kepentingan strategis Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Keterlibatan drone ini dalam operasi aktif pun bukan tanpa alasan. Pemerintah AS sebelumnya mengonfirmasi LUCAS dilibatkan untuk mendukung Operation Epic Fury atas perintah Presiden Donald Trump.

Penggunaan teknologi yang menyerupai milik lawan di tengah operasi militer besar seperti ini tentu memicu spekulasi mengenai tujuan sebenarnya di lapangan.

Load More