News / Internasional
Kamis, 05 Maret 2026 | 20:31 WIB
Duta Besar ( Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi pada Kamis (5/3/2026). (Suara.com/Tsabita)
Baca 10 detik
  • Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyatakan Iran menolak diplomasi dengan musuh setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
  • Iran kini memilih mengambil langkah langsung di medan perang karena sudah kehilangan kepercayaan pada jalur negosiasi.
  • Kekosongan pemimpin akan diisi dewan sementara beranggotakan tiga pejabat hingga pemimpin baru dipilih secara konstitusional.

Suara.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan tegas terkait sikap negaranya setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Boroujerdi menyatakan bahwa Iran tidak lagi mempercayai jalur diplomasi atau negosiasi dengan pihak yang dianggap sebagai musuh.

Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi usulan pemerintah Indonesia yang berkeinginan menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan Iran. Menurutnya, pengalaman masa lalu membuat Teheran enggan kembali menempuh jalur perundingan.

“Kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum-kaum musuh dari kami, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi. Kami telah tiga kali melakukan negosiasi dan hasilnya di tengah atau di ujung negosiasi, negara kami telah diserang,” tegas Boroujerdi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan bahwa Iran akan mengambil langkah langsung di medan konflik.

"Untuk kali ini, kami akan membereskan pihak musuh di lapangan perang," ujarnya.

Mekanisme Suksesi Pemimpin Tertinggi

Terkait kekosongan posisi pemimpin tertinggi, Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran memiliki mekanisme konstitusional untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

Ia menyebutkan bahwa jika Pemimpin Agung berhalangan tetap, kepemimpinan negara akan dijalankan oleh dewan sementara.

“Akan terbentuk sebuah dewan kepemimpinan sementara yang beranggotakan tiga orang, yaitu Presiden, Kepala Kekuasaan Yudikatif, dan salah satu anggota dari Dewan Penjaga Konstitusi,” jelasnya.

Baca Juga: Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei

Dewan tersebut akan menjalankan tugas hingga lembaga ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi baru melalui sidang resmi.

Saat ditanya mengenai kemungkinan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya setelah wafatnya Khamenei, Boroujerdi tidak merinci strategi yang akan ditempuh Iran. Namun, ia memberi sinyal bahwa respons tersebut akan terlihat melalui tindakan di lapangan.

“Berkaitan dengan akan dalam bentuk apa respon dan balasan Iran kepada kaum musuh, kita harus menyaksikan di lapangan. Mari kita menyaksikan di lapangan langkah balasan yang akan diambil oleh Iran," pungkasnya.

Hingga kini, ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat. Sejumlah pihak internasional, termasuk Indonesia, masih berupaya mendorong de-eskalasi konflik meskipun Iran telah menyatakan sikap keras untuk memilih jalur pertempuran dibandingkan perundingan.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More