- Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyatakan Iran menolak diplomasi dengan musuh setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
- Iran kini memilih mengambil langkah langsung di medan perang karena sudah kehilangan kepercayaan pada jalur negosiasi.
- Kekosongan pemimpin akan diisi dewan sementara beranggotakan tiga pejabat hingga pemimpin baru dipilih secara konstitusional.
Suara.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan tegas terkait sikap negaranya setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Boroujerdi menyatakan bahwa Iran tidak lagi mempercayai jalur diplomasi atau negosiasi dengan pihak yang dianggap sebagai musuh.
Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi usulan pemerintah Indonesia yang berkeinginan menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan Iran. Menurutnya, pengalaman masa lalu membuat Teheran enggan kembali menempuh jalur perundingan.
“Kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum-kaum musuh dari kami, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi. Kami telah tiga kali melakukan negosiasi dan hasilnya di tengah atau di ujung negosiasi, negara kami telah diserang,” tegas Boroujerdi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan bahwa Iran akan mengambil langkah langsung di medan konflik.
"Untuk kali ini, kami akan membereskan pihak musuh di lapangan perang," ujarnya.
Mekanisme Suksesi Pemimpin Tertinggi
Terkait kekosongan posisi pemimpin tertinggi, Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran memiliki mekanisme konstitusional untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
Ia menyebutkan bahwa jika Pemimpin Agung berhalangan tetap, kepemimpinan negara akan dijalankan oleh dewan sementara.
“Akan terbentuk sebuah dewan kepemimpinan sementara yang beranggotakan tiga orang, yaitu Presiden, Kepala Kekuasaan Yudikatif, dan salah satu anggota dari Dewan Penjaga Konstitusi,” jelasnya.
Baca Juga: Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei
Dewan tersebut akan menjalankan tugas hingga lembaga ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi baru melalui sidang resmi.
Saat ditanya mengenai kemungkinan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya setelah wafatnya Khamenei, Boroujerdi tidak merinci strategi yang akan ditempuh Iran. Namun, ia memberi sinyal bahwa respons tersebut akan terlihat melalui tindakan di lapangan.
“Berkaitan dengan akan dalam bentuk apa respon dan balasan Iran kepada kaum musuh, kita harus menyaksikan di lapangan. Mari kita menyaksikan di lapangan langkah balasan yang akan diambil oleh Iran," pungkasnya.
Hingga kini, ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat. Sejumlah pihak internasional, termasuk Indonesia, masih berupaya mendorong de-eskalasi konflik meskipun Iran telah menyatakan sikap keras untuk memilih jalur pertempuran dibandingkan perundingan.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Perang AS-Israel vs Iran Berpotensi Meluas, Pakar Sebut Piala Dunia 2026 Pasti Ditunda
-
Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran
-
Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda
-
Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang
-
Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Satu Meja di Istana Merdeka: Prabowo Buka Puasa Bareng Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI
-
Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan
-
DPR Minta Pemerintah Batasi Pemudik Motor yang Membawa Anak dan Istri di Lebaran 2026
-
Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran
-
Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda