- Pemkot Samarinda dikritik karena menyewa Land Rover Defender seharga Rp160 juta per bulan sejak 2023.
- Total biaya sewa mobil dinas tersebut diperkirakan mencapai Rp7,3 miliar hingga kontrak berakhir Oktober 2026.
- Kendaraan sewaan itu awalnya untuk tamu VIP, namun praktiknya digunakan Wali Kota meninjau lokasi berat.
Suara.com - Pemerintah Kota Samarinda menuai kritik tajam setelah terungkapnya nilai sewa kendaraan operasional berupa Land Rover Defender yang mencapai Rp160 juta per bulan.
Penggunaan mobil mewah oleh Wali Kota Andi Harun ini memicu polemik lantaran total biaya sewa selama masa kontrak jauh melampaui harga beli unit barunya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran sewa kendaraan tersebut telah berjalan sejak tahun 2023 dan dijadwalkan berakhir pada Oktober 2026.
Jika diakumulasikan selama empat tahun, dana APBD yang terserap untuk satu unit mobil tersebut mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp7,3 miliar.
Padahal, harga pasaran satu unit Defender baru saat ini diperkirakan hanya berada di kisaran Rp3 miliar hingga Rp4 miliar.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Samarinda, Dilan, mengonfirmasi bahwa status kendaraan tersebut adalah sewa. Dia menjelaskan bahwa pengadaan ini sudah masuk dalam perencanaan anggaran sejak beberapa tahun sebelumnya.
"Mobil Defender itu memang sewa. Itu kan dari tahun 2022 anggarannya, terus kontraknya dimulai dari 2023. Tahun 2026 ini berakhir sebenarnya itu mobil Defender," ujar Dilan saat memberikan keterangan kepada media.
Terkait nominal yang menjadi perbincangan publik, Dilan tidak menampik angka ratusan juta rupiah yang beredar.
"Nominalnya itu kalau tidak salah di sekitar 160 (juta rupiah per bulan)," tambahnya.
Baca Juga: Bapak Ini Pamer Oleh-Oleh Buat Dibawa Mudik, Bikin Publik Iba hingga Kumpulkan Bantuan
Dia juga menyebutkan bahwa kelanjutan penggunaan mobil tersebut akan ditinjau kembali pada akhir kontrak tahun ini.
"Kita lihat di anggaran nanti, kalau di perubahan ada anggarannya kita perpanjang, kalau tidak ya habis kontrak," jelasnya.
Masalah ini menjadi viral setelah netizen menyoroti ketimpangan antara biaya sewa dan efisiensi anggaran daerah.
Banyak pihak menilai skema sewa ini merupakan pemborosan, mengingat uang rakyat sebesar Rp7,3 miliar seharusnya bisa digunakan untuk membeli dua unit mobil serupa atau dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang lebih mendesak.
Adapun pihak Pemkot sebelumnya menyatakan bahwa pilihan menyewa diambil untuk menekan biaya perawatan dan asuransi yang biasanya membebani aset daerah.
Kendaraan ini awalnya ditujukan untuk pelayanan tamu VIP, namun dalam praktiknya sering digunakan Wali Kota untuk meninjau lokasi dengan medan berat yang tidak memungkinkan dijangkau oleh mobil sedan dinas jenis Toyota Camry.
Hingga saat ini, publik terus mendesak transparansi lebih lanjut mengenai urgensi penyewaan mobil mewah di tengah upaya efisiensi anggaran negara.
Berita Terkait
-
Heboh Patung Donald Trump dan Jeffrey Epstein Bergaya Mesra Ala Jack-Rose Titanic di Washington
-
Viral Bocah 6 Tahun Menangis Histeris Usai Komdigi Batasi Akses Roblox, Reaksinya Realistis Banget
-
Orang Tua, Hati-Hati! Ada Kartun Tak Senonoh Berseliweran di YouTube Short dan Instagram
-
Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver
-
Momen Abu Janda Diusir Aiman Witjaksono Usai Debat Sengit dengan Feri Amsari Soal Palestina
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang