Entertainment / Gosip
Kamis, 12 Maret 2026 | 12:01 WIB
Zainoel Ariefin. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Konten kreator Zainoel Ariefin meminta maaf karena menyebut warga Balikpapan bermental miskin akibat menerima THR.
  • Sebelum meminta maaf, Zain mengaku mengalami teror dan tekanan yang bahkan menyasar anggota keluarganya.
  • Zain berjanji menghapus konten kontroversial serta meminta maaf kepada suku Mandar dan Bugis.

Suara.com - Konten kreator Zainoel Ariefin atau Zain mengucapkan permintaan maaf secara terbuka di Instagram. Hal itu karena ia sudah menyebut warga Balikpapan bermental miskin karena menerima THR dari sang Wali Kota, Rahmat Mas'ud.

Namun ada kejanggalan sebelum Zain memutuskan untuk meminta maaf. Ia mengatakan, mengalami serangkaian teror.

Tekanan yang datang, bukan hanya kepada dirinya. Tetapi menyasar anggota keluarganya yang tidak tahu apa-apa.

"Saya disuruh minta maaf dan bikin video klarifikasi. Gak mau dikritik atau gimana pak, saya ada nyerang personal anak kah? Sampe orang tua saya diserang," tulis Zain dalam keterangan yang dikutip dari akun Instagram @/kaltimtoday.co pada Kamis, 12 Maret 2026.

Zain mengatakan kalau ada orang misterius ke rumahnya. Di sana, ada sang ibu yang dalam kondisi sendirian.

"Ibu saya (didatangi). Saya masih di luar, ibu saya sendirian di rumah, laporan tetangga," ungkap Zain saat dikonfirmasi. 

Tak berselang lama, Zain mengunggah video resmi permohonan maaf.

Ia menyadari bahwa penggunaan kata-kata dalam kontennya telah melukai perasaan banyak orang di Kota Minyak tersebut.

"Saya di sini meminta maaf sedalam-dalamnya kepada seluruh warga kota Balikpapan yang merasa tidak berkenan," ujar Zain tulus.

Baca Juga: Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver

Ia juga berjanji akan menghapus semua kontennya yang menyebut warga Balikpapan memiliki mental miskin demi kebaikan bersama.

Selain menghina mental warga, Zain ternyata juga sempat menyinggung sensitivitas suku tertentu dalam unggahan Instagram Story sebelumnya. 

Ia pun secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dari Suku Mandar dan juga Suku Bugis.

Zain menekankan bahwa sebagai sesama perantau, semua suku bangsa seharusnya hidup berdampingan dengan damai untuk membangun kota. Ia berharap pernyataannya tidak memecah belah keharmonisan antar suku yang selama ini sudah terjalin sangat baik.

"Kita Jawa, Mandar, Bugis, Bali, semua sama, di sini hidup berdampingan di Balikpapan sebagai perantau," tuturnya. Ia kini menyadari bahwa tradisi yang ada di Balikpapan merupakan hal yang bagus dan harus tetap dihormati.

Zain mengakhiri klarifikasinya dengan menegaskan bahwa dirinya akan menghapus seluruh konten yang berkaitan dengan polemik di Kota Balikpapan. 

Load More