"Adik-adik pikir nih ya, pakai hati ya. Nih misalnya nih Malaysia ya, ngasih duit ke teroris, terus terorisnya beli bom. Bomnya dipakai buat ngebom ngebunuh rakyat Indonesia. Kira-kira perasaan kita gimana puluhan tahun lagi?" ucapnya.
Melanjutkan analoginya, ia kemudian melontarkan kalimat yang viral tersebut.
"Saya yakin demi Allah demi Rasulullah pasti kita rela banget ikhlas banget perang sama Malaysia," lanjutnya.
Menurutnya, rasa ingin berperang itu muncul secara alami jika sebuah bangsa terus-menerus diserang oleh teroris yang didanai oleh negara tetangga.
Tujuan utama dari penggunaan analogi Malaysia ini adalah untuk membela pernyataan Presiden Prabowo Subianto.
Abu Janda menilai kebijakan Prabowo yang menyebutkan bahwa untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah, keamanan Israel juga harus dijamin, adalah sebuah langkah yang terukur.
Ia berpendapat bahwa selama masih ada donatur yang memberikan dana kepada kelompok yang ia sebut sebagai teroris, maka perang tidak akan pernah berakhir.
Lebih lanjut, Abu Janda menegaskan dukungannya terhadap langkah pemerintah membawa Indonesia bergabung ke dalam Board of Peace (BOP) yang diinisiasi oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Baca Juga: Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Ia berpandangan bahwa strategi BOP untuk menghentikan donatur teroris adalah jalan menuju perdamaian sejati.
Meski menuai pro dan kontra di dalam studio, Abu Janda tetap pada pendiriannya bahwa literasi sejarah sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam kebencian yang ia sebut sebagai "kebencian buta".
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Dimulai! Penyidikan Kasus Penyiksaan Menteri Israel Ben Gvir ke Aktivis Gaza
-
Menlu Iran ke Donald Trump: Hentikan Serangan Atau Perang Lanjut Lewat Israel
-
Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak
-
Amnesty Bongkar Dugaan Operasi Sistematis Israel Hapus Jejak Palestina di Tepi Barat
-
Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dokumenter Rachel Nickell: Skandal Salah Tangkap Paling Kontroversial di Inggris, Baru di Netflix
-
Poster dan Trailer Resmi Dirilis, Bayang-Bayang Arwah Lastri Siap Tebar Teror Mulai 16 Juli 2026
-
Steven Spielberg Kembali dengan 'Disclosure Day': Misteri Alien yang Lebih dari Sekadar Fiksi
-
Terseret Kasus Hanania Travel, Praz Teguh: Kami Bayar Rp958 Juta!
-
Sinopsis Valerian and The City of A Thousand Planets, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit
-
Chef Arnold Pilih Mundur sebagai Juknis MBG: Programnya Sangat Rumit
-
Diterpa Isu Suap Bea Cukai, Raffi Ahmad Tidak Akan Mundur dari Pemerintahan
-
Diperiksa Polisi Terkait Kasus Hanania Travel, Paula Verhoeven: Saya Cuma Talent Program Rumpi
-
Awas Jangan Tertipu Duo Rock Angine de Poitrine KW! Sudah Ada Korban di Moskow