Entertainment / Gosip
Senin, 16 Maret 2026 | 17:21 WIB
Nikita Mirzani [Instagram/nikitamirzanimawardi_172]
Baca 10 detik
  • Protes keras ke Presiden Prabowo soal vonis 6 tahun penjara karena merasa ada ketidakadilan hukum.
  • Membandingkan hukumannya yang berat dengan vonis koruptor yang jauh lebih ringan meski merugikan negara.
  • Mempertanyakan putusan kasasi MA yang keluar hanya dalam satu hari tanpa adanya pendalaman berkas yang logis.

Suara.com - Dari balik dinginnya jeruji besi, Nikita Mirzani kembali memicu kegaduhan publik.

Pada Minggu, 15 Maret 2026, artis yang kerap disapa "Nyai" ini melayangkan surat terbuka yang cukup menohok.

Tak tanggung-tanggung, surat tersebut dialamatkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, Ketua Mahkamah Agung, hingga Jaksa Agung.

Nikita protes karena kasasinya ditolak sehingga dia tetap dihukum enam tahun penjara dalam kasus pemerasan dan TPPU.
Sebagai ibu tunggal, ia merasa hukum telah berlaku tebang pilih.

"Nikita Mirzani: Seorang janda dan ibu tunggal, bukan pengedar narkoba, bukan pembunuh, dan tidak merugikan kas negara, divonis enam tahun penjara dan denda Rp1 Miliar," tulisnya dengan nada getir.

Bukan Nikita namanya jika tidak berani membandingkan. Ia menyoroti ketimpangan vonis antara dirinya dengan koruptor kelas kakap, seperti eks Dirut Pertamina yang menurutnya hanya divonis 1,5 tahun.

"Di mana letak keadilan saat seorang tulang punggung keluarga diperlakukan lebih kejam daripada pencuri uang rakyat?" tegasnya.

Perselisihan ulasan skincare dengan Reza Gladys pada 2024 lalu kini memang berbuntut panjang. Setelah kasasinya ditolak dalam waktu singkat oleh Mahkamah Agung pada 13 Maret, Nikita mempertanyakan integritas proses hukum tersebut.

Ia merasa ada kejanggalan pada kecepatan putusan dan perubahan pasal dakwaan tanpa BAP ulang.

Baca Juga: Tuntut Keadilan, Nikita Mirzani Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo dari Balik Jeruji

"Sangat sulit dinalar secara logika hukum, bagaimana berkas yang diperiksa tanggal 12 Maret bisa langsung diputus pada 13 Maret malam. Apakah ribuan halaman berkas dan nasib seseorang bisa dipelajari secara mendalam hanya dalam hitungan jam?" tulisnya lagi.

Menutup suratnya, Nikita membawa pesan emosional terkait nasib ketiga anaknya. Ia berharap para penegak hukum masih memiliki nurani dalam memutus perkara seorang ibu.

"Apakah kalian tidak takut memberikan nafkah kepada keluarga kalian dari hasil mendzalimi seorang ibu dari tiga anak yang masih kecil? Nikita Mirzani bukan ancaman bagi negara. Menghancurkan hidupnya berarti menghancurkan masa depan anak-anak yang tidak berdosa," katanya.

Load More