- Film ini mengangkat urban legend Penebok (hantu tanpa kepala) dan mitos lonceng keramat dari Belitung ke layar lebar.
- Sutradara menggunakan tiga aspek rasio berbeda untuk menggambarkan tiga periode waktu sejarah kolonial yang mencekam.
- Para aktor melakukan riset mendalam, termasuk menguasai dialek Belitung dan bahasa Belanda demi menjaga otentisitas cerita.
Dia mengaku menumpahkan segala ketakutan pribadinya ke dalam naskah tersebut setelah melakukan riset mendalam langsung di lokasi kejadian.
Totalitas Pemeran dan Tantangan Dialek
Para pemeran utama menghadapi tantangan besar untuk menghidupkan karakter mereka, terutama dalam penguasaan dialek Belitung dan bahasa Belanda.
Givina Lukita, yang memerankan tokoh Saida, mengaku harus mempelajari bahasa Belitung secara intens selama 24 jam dengan bantuan Zulfani Pasha, aktor pemeran Ikal dalam film Laskar Pelangi.
"Saida adalah cewek berpenampilan sangat strong yang punya banyak cinta, tapi ditunjukkan dengan tough love atau act of service. Saya tidak mau mempresentasikan penduduk asli Belitung dengan setengah-setengah, makanya saya ngulik bahasa mereka 24 jam demi deliver hati dari film ini," ungkap Givina.
Sementara itu, Bhisma Mulia memerankan Danto, cucu dari Tok Baharun yang memikul beban besar sebagai pewaris ilmu mistis. Bhisma menggambarkan ketegangan film ini muncul dari situasi terisolasi.
"Karakter Danto ini sebenarnya 'green flag', dia setia dan berusaha memenuhi tanggung jawab besar sebagai pewaris terakhir ilmu kakeknya," tambahnya.
Aktor senior Mathias Muchus yang berperan sebagai dukun bernama Tok Baharun memberikan testimoni positif setelah menyaksikan cuplikan film. Dia menyebut suara lonceng dalam film ini sebagai bentuk teror psikologis yang nyata.
"Suara lonceng itu adalah teror. Jujur, dari sekian banyak film saya yang mengantre di bioskop, ini satu-satunya film yang paling saya naikkan ke Grade A. Ada hikmah dan filosofi mendalam di balik seremnya film ini," tegas Mathias Muchus.
Baca Juga: Terlalu Menakutkan bagi Anak-anak, Pemprov DKI Jakarta Copot Iklan Film Horor di Ruang Publik
Eksplorasi Sejarah Lewat Karakter Isabella
Pemeran utama lainnya, Shalom Razade, memiliki peran krusial yang berada di lini masa berbeda. Anak aktris Wulan Guritno ini berperan sebagai Isabella, seorang aktivis pada zaman penjajahan Belanda yang berjuang membela hak-hak pribumi.
Shalom menjelaskan bahwa riset untuk peran ini sangat berbeda karena dia harus mempelajari etika, cara berjalan, hingga cara berbicara masyarakat era kolonial.
"Challenge terbesar tentu di bahasa. Isabella adalah seorang aktivis yang membela hak-hak pribumi pada masa yang berbeda dengan karakter lain. Jadi timeline aku berbeda dengan cast yang lainnya. Aku harus belajar bahasa Belanda dan bahasa Belitong juga. Challenge utamanya adalah gerak-gerik dan bahasa," tutur perempuan 27 tahun tersebut.
Dia menambahkan bahwa di masa lalu, orang berbicara dengan tata cara yang lebih sungkan dan tidak blak-blakan seperti sekarang.
Untuk mendalami peran tersebut, Shalom melakukan riset dengan menonton film-film berlatar zaman dulu serta berdiskusi dengan orang-orang yang memahami budaya pada periode tersebut.
Sebagai informasi, The Bell: Panggilan untuk Mati mengisahkan tentang sebuah lonceng keramat di Belitung yang dipercaya mampu mengurung roh-roh jahat.
Malapetaka dimulai ketika sekelompok YouTuber yang terdiri dari Denny (Nabil Lungdana) dan kakaknya, Airin (Ratu Sofya), mencuri lonceng tersebut demi konten.
Tindakan tersebut tanpa sengaja membebaskan Penebok, entitas mengerikan bergaun merah tanpa kepala. Teror mulai menyebar ke seluruh warga desa, di mana setiap denting lonceng menjadi pertanda kematian bagi siapa pun yang mendengarnya. Sosok Penebok akan datang untuk menagih kepala korbannya sebagai korban pengganti.
Film hasil kolaborasi Sinemata Buana Kreasindo dan MBK Productions ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis, 7 Mei 2026.
Pihak produksi berharap film ini tidak hanya memberikan rasa takut, tetapi juga meningkatkan kembali minat pariwisata di Pulau Belitung melalui visual alamnya yang masih murni.
Tag
Berita Terkait
-
Fenomena Lucky Charm Saat Nonton Piala Dunia, Mitos atau Efek Psikologis?
-
Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!
-
Film Pendek Singsot, dari Mitos Menjadi Mimpi Buruk
-
Bulan Suro Benarkah Keramat? Simak Penjelasannya dalam Islam
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Wajah Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Disorot, Benarkah Jodoh Biasanya Mirip?
-
Jihan Nurrainy dan Azeezah Rahma Shakila Sabet Mahkota Indonesia's Girl 2026
-
Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura
-
Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya
-
Review Film 402 Rumah Sakit Angker Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack
-
Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu