Lifestyle / Komunitas
Rabu, 15 April 2026 | 15:06 WIB
Ilustrasi Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI yang melakukan pelecehan seksual. (freepik)
Baca 10 detik
  • Kekerasan seksual mahasiswa FH UI mencakup pelecehan di media elektronik.
  • UU TPKS mengatur kekerasan fisik, non-fisik, hingga pemaksaan alat kontrasepsi.
  • Eksploitasi dan perbudakan seksual merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

Suara.com - Kasus pelecehan seksual yang menyeret 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) tengah menjadi sorotan tajam di media sosial.

Seperti yang diketahui, 16 mahasiswa FH UI tersebut kedapatan saling berkirim pesan tidak senonoh melalui grup WhatsApp dan Line, dengan sasaran mahasiswi hingga dosen perempuan.

Meski dilakukan di ruang digital tanpa adanya kontak fisik, tindakan 16 mahasiswa FH UI tersebut dikategorikan publik sebagai Kekerasan Seksual (KS).

Hal ini dipertegas dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 yang menyatakan bahwa kekerasan seksual bisa terjadi baik secara langsung maupun melalui media elektronik.

Namun, tahukah Anda bahwa bentuk kekerasan seksual tidak hanya sebatas pelecehan digital atau "chat mesum"?

Merujuk pada aturan UU TPKS dan catatan Komnas Perempuan, masih banyak bentuk kekerasan seksual lain yang wajib diwaspadai.

Berikut adalah rangkuman bentuk-bentuk kekerasan seksual selain pelecehan digital yang perlu dipahami publik dilansir dari laman resmi Komnas Perempuan:

Kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswa FH UI (X)

1. Pelecehan Seksual Fisik dan Non-Fisik

Selain pesan digital, UU TPKS mengatur bahwa pernyataan, gerak tubuh, atau aktivitas yang tidak patut dan merendahkan martabat seseorang secara seksual, meski tanpa sentuhan masuk dalam kategori pelecehan non-fisik.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit

Sementara itu, setiap sentuhan tubuh yang tidak diinginkan masuk dalam kategori pelecehan fisik.

2. Pemaksaan Terkait Reproduksi

Banyak yang belum tahu bahwa memaksakan kehendak terkait organ reproduksi adalah tindak kriminal, bentuknya meliputi:

  • Pemaksaan Kontrasepsi dan Sterilisasi: Memaksa seseorang menggunakan atau tidak menggunakan alat KB.
  • Pemaksaan Kehamilan: Menghalangi seseorang untuk mencegah kehamilan.
  • Pemaksaan Aborsi: Memaksa perempuan menghentikan kehamilannya di luar kehendaknya.

3. Eksploitasi dan Perbudakan Seksual

Eksploitasi dan perbudakan seksual ini adalah bentuk kekerasan yang lebih sistematis, di mana pelaku memanfaatkan tubuh korban untuk keuntungan ekonomi atau kekuasaan, termasuk:

  • Eksploitasi Seksual: Memanfaatkan kerentanan seseorang untuk tujuan seksual.
  • Perbudakan Seksual: Menempatkan seseorang dalam kekuasaan pelaku untuk melakukan hubungan seksual.
  • Pemaksaan Pelacuran: Memaksa orang lain untuk menjadi pekerja seks.
sidang kasus pelecehan seksual di FH UI (X.com)

4. Intimidasi dan Penyiksaan Seksual

Load More