Entertainment / Gosip
Rabu, 15 April 2026 | 20:40 WIB
Viral Guru Besar Unpad Diduga Chat Mesum ke Mahasiswi Exchange (pixabay)

Suara.com - Kasus dugaan pelecehan oleh seorang Guru Besar Universitas Padjadjaran menjadi sorotan setelah unggahan viral di media sosial Threads menarik perhatian publik luas.

Akun Threads @enchantaenwicked membagikan bukti percakapan yang menunjukkan dugaan perilaku tidak profesional seorang profesor terhadap mahasiswi asing program pertukaran pelajar.

Dalam kronologi yang diungkap, pelaku diduga mengirim pesan bernada tidak pantas melalui WhatsApp dan direct message kepada korban secara berulang.

Salah satu pesan yang menjadi perhatian publik adalah permintaan foto korban saat berenang di pantai Phuket menggunakan bikini yang dianggap melecehkan.

"I need your photo, When Swim in the Phuket beach, wearing bikini," bunyi pesan dalam tangkapan layar yang dibagikan.

Korban dengan tegas menolak permintaan tersebut dan menyatakan tidak akan pernah membagikan foto pribadi semacam itu kepada siapa pun.

Alih-alih berhenti, pelaku justru melanjutkan komunikasi dengan mencoba membujuk korban menggunakan alasan untuk menghilangkan stres akademik.

Pelaku bahkan menyarankan korban mengonsumsi alkohol jenis brandy agar merasa lebih rileks dan meminta orang lain mengambil foto korban.

Dalih tersebut dinilai sebagai bentuk manipulasi psikologis yang tidak pantas dilakukan oleh seorang akademisi dengan posisi tinggi di lingkungan kampus.

Baca Juga: Viral Lagu 'Erika' dari Mahasiswa Tambang ITB Dikecam karena Liriknya Mesum

Meski telah ditolak secara jelas, pelaku tetap menghubungi korban dan mengirim pesan bernada personal seperti menyatakan rasa rindu.

Viral Guru Besar Unpad Diduga Chat Mesum ke Mahasiswi Exchange (threads)

Pelaku juga kembali menagih foto dengan kalimat yang menunjukkan bahwa ia masih menunggu kiriman foto korban dengan gaya bikini.

Merasa tidak nyaman, korban akhirnya memutuskan untuk memblokir akun Instagram pelaku saat dirinya masih berada di Indonesia.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kampus melalui dosen lain dengan menyertakan bukti percakapan sebagai pendukung laporan.

Pihak kampus disebut telah mengambil langkah awal dengan menghentikan peran pelaku dalam mengakomodasi mahasiswi program pertukaran pelajar.

Korban juga memberikan izin penuh untuk menyebarluaskan bukti percakapan tersebut guna membuka perilaku yang dinilai melanggar etika profesional.

Load More