-
Mubahalah adalah sumpah memohon laknat Allah bagi pendusta yang hanya digunakan sebagai jalan terakhir saat argumen logika menemui jalan buntu.
-
Secara historis, mubahalah memiliki konsekuensi fatal (kebinasaan) sehingga tidak boleh dianggap remeh atau sekadar dijadikan konten media sosial.
- Para ulama menyarankan agar kasus pidana tetap diselesaikan melalui jalur hukum formal dan bukti forensik, bukan melalui sumpah kutukan.
Suara.com - Sebuah usulan ekstrem, yakni mubahalah atau sumpah kutukan, mencuat dalam kasus dugaan pelecehan seksual sejenis yang melibatkan Syekh Ahmad Al Misry.
Ahmad dan pihak pelapor diminta untuk melakukan mubahalah. Permintaan atau usul ini datang dari Aisha Maharani, founder Halal Corner, melalui akun media sosialnya.
Menurut Aisha, di tengah simpang siurnya bukti dan bantahan, mubahalah dianggap sebagai jalan keluar spiritual yang paling adil.
"Di era fitnah akhir zaman, saya terpikir bahwa Mubahalah adalah jalan yang paling jitu yang bisa dilakukan pihak terduga serta korban," tulis Aisha Maharani dalam unggahannya pada Kamis, 23 April 2026.
Lantas, apa sebenarnya mubahalah itu? Mengapa sumpah ini dianggap begitu berat hingga disebut sebagai "sumpah kutukan"? Dan apakah tepat menerapkan tradisi ini dalam kasus hukum yang tengah viral?
Bukan Sekadar Sumpah Biasa
Melansir NU Online, Kamis, 23 April 2026, secara etimologi, mubahalah berasal dari kata al-bahlah yang berarti laknat. Dalam konteks agama, mubahalah adalah sebuah prosesi di mana dua pihak yang berselisih berdoa bersama agar laknat Allah ditimpakan kepada siapa pun yang berdusta di antara mereka.
Syekh Muhammad Mutawalli asy-Syarawi, seorang ulama besar Mesir, menjelaskan bahwa mubahalah adalah permohonan sungguh-sungguh kepada Sang Pencipta. Contoh doanya berbunyi, "Ya Rabb, turunkanlah laknat-Mu atas siapa pun yang berdusta di antara kami." (Tafsir asy-Syarawi al-Khawathir).
Sumpah ini memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Ali Imran ayat 61. Ayat ini diturunkan saat Nabi Muhammad SAW berdebat dengan delegasi Nasrani dari Najran mengenai hakikat Nabi Isa AS.
Baca Juga: Bantah Lecehkan Santri, Apakah Syekh Ahmad Al Misry Berani Lakukan Mubahalah?
Dalam ayat tersebut, Allah berfirman, "Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah datang ilmu kepadamu, maka katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada para pendusta.’”
Sejarah dan Risiko Fatal Mubahalah
Meski memiliki dalil yang jelas, mubahalah bukanlah perkara main-main atau konten media sosial. Sejarah mencatat bahwa delegasi Najran sendiri akhirnya "mundur teratur" setelah ditantang mubahalah oleh Rasulullah.
Imam Abu Said Abdullah al-Baidhawi menceritakan bahwa seorang tokoh bijak dari delegasi tersebut, an-Naqib, memperingatkan kaumnya.
"Sungguh kalian telah mengetahui kenabiannya, dan tidaklah suatu kaum pernah bermubahalah dengan seorang nabi melainkan mereka pasti binasa," katanya dalam Kitab Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil.
Berita Terkait
-
Dikaitkan Sosok SAM Si Pencabul Santri Pria, Ustaz Solmed Banjir Panggilan Ceramah
-
Fakta Syekh Ahmad Al Misry Terungkap: Cuma Penerjemah dan Tinggal Menumpang di Rumah Mertua
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Tantang Syekh Ahmad Al Misry Tes Hafalan Al-Quran, Hanny Kristianto Siapkan Hadiah Rp1 Miliar
-
Buronan Kasus Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry Akhirnya Ditangkap di Mesir
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL