- Pak Di melaporkan Kiai Ashari atas dugaan pencabulan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati sejak 2024.
- Korban dan pelapor mengalami intimidasi, ancaman, serta tekanan psikologis agar mencabut laporan kasus tersebut kepada pihak berwajib.
- Kasus ini melibatkan sekitar 50 korban santriwati dan kini Kiai Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Suara.com - Ayah Tari (nama samaran), yang dikenal sebagai Pak Di, akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati.
Ia menyampaikan kesaksiannya mengenai awal mula dirinya mengetahui anaknya menjadi salah satu korban dalam kasus tersebut.
Menurut Pak Di, setelah mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya, ia langsung berupaya mengumpulkan tokoh masyarakat dan warga sekitar untuk menyampaikan informasi yang ia ketahui.
“Saat sudah ada kejadian ini saya di lingkungan situ, tokoh-tokoh warga situ dikumpulkan, saya memberi keterangan oknum ini ada yang tidak beres kelakuannya,” kata Pak Di dalam tayangan YouTube milik Denny Sumargo.
Namun, respons dari sebagian warga saat itu tidak sepenuhnya mendukung langkahnya. Ia menyebut adanya rasa takut di lingkungan sekitar karena pelaku dianggap memiliki pengaruh tertentu.
“Di situ warga dan tokoh-tokoh takut, katanya sakti,” sambungnya.
Sementara itu, pengacara korban, Ali Yusron, turut menjelaskan adanya dugaan intimidasi yang dialami para korban maupun pihak yang mencoba melapor. Menurutnya, tekanan psikologis menjadi salah satu faktor yang membuat korban sulit bersuara sejak awal.
“Yang paling krusial kan begini, seorang mau berontak mau lapor diintimidasi, kalau kamu lapor saya ungkap semua aibnya. Takut dong diancam, akhirnya dipekerjakan,” ujar Ali Yusron.
Ia juga menyebut bahwa terdapat beberapa korban lain yang sempat berusaha melapor, namun mengalami tekanan serupa.
Baca Juga: Dari Mobil Rp8,5 M hingga Laundry Fantastis, Ada Apa di Balik Rentetan Viralnya Gubernur Kaltim?
“Waktu itu ada yang lapor 8, yang 7 dipekerjakan di ponpes, yang satu ini bisa lapor, mudah-mudahan psikis bisa kembali,” imbuhnya.
Pak Di mengaku sudah berupaya melaporkan kasus ini sejak tahun 2024. Namun karena merasa tidak mendapat respons yang memadai dari lembaga bantuan hukum, ia kemudian mencari dukungan dari organisasi masyarakat untuk memperjuangkan kasus tersebut.
“Sejalan waktu itu berhenti. Terus saya cari-cari bantuan, wong saya orang nggak punya uang. Siapapun yang bisa bantu untuk mendapatkan keadilan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sejak awal tujuannya melapor bukan hanya untuk anaknya, tetapi juga untuk mencegah jatuhnya korban lain di lingkungan pesantren tersebut.
“Dari awal tujuan saya laporan, karena saya tahu sendiri lingkup pondok situ banyak korban, kalau didiamkan akan banyak wanita-wanita jadi korban,” tambahnya.
Pak Di juga mengungkap adanya dugaan intimidasi langsung terhadap dirinya setelah laporan dibuat. Ia menyebut ada pihak yang datang untuk memintanya mencabut laporan tersebut.
Berita Terkait
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
-
Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
-
Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!
-
Ashari Kiai Cabul Pati Sogok Korban Agar Cabut Laporan, Ditolak sampai Berujung Ancaman
-
Hotman Paris Turun Tangan, Bongkar Taktik Kiai Cabul Ashari Manipulasi Puluhan Santriwati
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Sinopsis Gohan, Film Persahabatan Anjing dan Manusia yang Siap Bikin Nangis
-
Park Ji Hoon Bintang The Kings Warden Siap Gelar Fancon di Jakarta, Catat Tanggalnya
-
Tangis Soimah Pecah di Pernikahan Sang Putra, Aksa Uyun Resmi Nikahi Yosika Ayumi
-
Once Mekel Boyong Slank hingga Musisi Lintas Generasi di Gema Kampus Surabaya
-
Sinopsis The Hunt: Perburuan Manusia oleh Kelompok Elit Demi Kesenangan, Tayang di Netflix
-
Giliran Erin Taulany Polisikan eks ART, Geram karena Wajah Anak Disebar ke Medsos
-
Instagram Hapus Akun Bot, Luna Maya Kehilangan 800 Ribu Followers
-
Callista Arum Ketakutan Lakoni Adegan Ekstrem di Film Tumbal Proyek
-
Demo di Indramayu Memanas, Kantor Bupati Lucky Hakim Dilempari Puluhan Ular