Entertainment / Gosip
Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:00 WIB
Hotman Paris semprot Menteri HAM Natalius Pigai soal pelaku begal yang tidak boleh ditembak karena akan menggar HAM. [Tiara Rosana/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan pelaku begal tidak boleh ditembak karena dianggap sebagai tindakan pelanggaran hak asasi manusia.
  • Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengkritik pernyataan tersebut dan mendukung penggunaan tembakan terukur bagi pelaku begal.
  • Pengacara Hotman Paris turut mengecam pernyataan Pigai pada 22 Mei 2026 karena dianggap tidak berempati terhadap korban kejahatan jalanan.

Suara.com - Pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai terkait penanganan pelaku pembegalan mendadak jadi buah bibir.

Pigai menegaskan bahwa pelaku begal tidak boleh ditembak karena dianggap melanggar HAM.

Sontak, pernyataan ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, mulai dari politisi hingga pengacara kondang.

Kritik pedas salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Menurut Sahroni, logika sang Menteri keliru. Ia menilai justru para pembegallah yang telah merampas HAM masyarakat untuk merasa aman.

"Begal wajib ditindak dengan tembakan terukur, bukan tembakan mematikan. Itu yang saya setuju. Bapak kan MenHAM, harus bela dan berikan masyarakat rasa nyaman dan aman. Jangan malah dukung begal ya, Pak Pigai," ujar Sahroni melalui akun media sosialnya.

Hotman Paris: "Coba Bayangkan Kalau Istrimu Dibegal"

Senada dengan Sahroni, pengacara senior Hotman Paris Hutapea juga melontarkan protes keras.

Lewat sebuah video di akun Instagram-nya pada Jumat (22/5/2026), Hotman tak segan mempertanyakan kapasitas Natalius Pigai sebagai menteri.

Baca Juga: Video Pengakuan Cewek Ini Viral, Konflik Hotman Paris vs Razman Arif Nasution Kembali Memanas

"Halo Pak Pigai Menteri HAM, sudah waktunya Anda mikir lagi. Apa Anda cocok jadi menteri HAM?" tantang Hotman dengan nada geram.

Hotman meminta Pigai untuk menggunakan empati sebelum mengeluarkan pernyataan.

Ia mengajak sang Menteri membayangkan jika kekerasan tersebut menimpa orang terdekatnya sendiri.

"Orang begal sudah di mana-mana, kau bilang melanggar HAM. Coba kau bayangkan keluargamu dibegal, istrimu dibegal. Kau bilang kalau begalnya ditembak itu melanggar hak asasi?" imbuhnya.

Meski mengaku sebagai pendukung setia pemerintahan Prabowo, Hotman menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam jika melihat kebijakan atau pendapat menteri yang dianggapnya tidak masuk akal.

"Saya membantu Pak Prabowo agar sukses, tapi bukan berarti saya membantu pendapat-pendapat Anda yang konyol," ucapnya.

Load More