Foto / news
Oke Atmaja
Warga berkumpul di sekitar "Little Amal", boneka raksasa yang menggambarkan seorang gadis pengungsi muda saat melewati mural karya seniman jalanan Yunani INO, saat diarak di beberapa jalan di Athena, Yunani, pada (2/9/2021). [Louisa GOULIAMAKI / AFP]

Suara.com - Warga berkumpul di sekitar "Little Amal", boneka raksasa yang menggambarkan seorang gadis pengungsi muda saat melewati mural karya seniman jalanan Yunani INO, saat diarak di beberapa jalan di Athena, Yunani, pada (2/9/2021). Gadis pengungsi raksasa setinggi 3,5 meter yang diangkat dari karakter utama pementasan The Walk tersebut telah menyusuri ribuan kilometer untuk mencari ibunya, mulai dari perbatasan Turki-Suriah hingga Manchester, Inggris. Amal tidak sekadar jalan-jalan, ia menyampaikan pesan untuk menarik perhatian publik kepada semua anak yang terlantar, terpisah dari keluarga mereka, baik akibat pandemi ataupun tragedi kemanusiaan lainnya.

Dari laman resmi gerakan ini, aksi seni tersebut merupakan salah satu karya seni publik paling inovatif dan penuh petualangan yang pernah dilakukan, dengan para dalang si Little Amal juga merupakan mantan pengungsi. [Louisa GOULIAMAKI / AFP]

Komentar