Foto / News
Jum'at, 20 Februari 2026 | 21:16 WIB
Foto udara permukiman penduduk yang hancur dan rusak di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar]
Sejumlah hunian darurat berdiri di dekat permukiman penduduk yang hancur dan rusak di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar]
Seorang anak terdampak bencana alam mengambil air bersih di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar]
Foto udara permukiman penduduk yang hancur dan rusak di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar]
Warga terdampak bencana alam berjalan menuju hunian darurat di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar]
Warga terdampak bencana alam menjemur pakaian di dekat hunian sementara Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar]
Foto udara permukiman penduduk yang hancur dan rusak di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar]

Suara.com - Foto udara permukiman penduduk yang hancur dan rusak di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026).

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (bappenas)  melaporkan kebutuhan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp56,3 triliun untuk 2.108 kegiatan dalam tiga tahun.

Angka tersebut merupakan hasil sinkronisasi kebutuhan daerah terdampak dengan rencana aksi 32 kementerian/lembaga serta kajian 53 pemerintah daerah. Program diprioritaskan untuk perbaikan rumah, fasilitas umum, pemulihan ekonomi, dan infrastruktur melalui APBN, pinjaman, hibah, serta dukungan lainnya. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar]

Load More