Foto / News
Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:00 WIB
Foto udara truk mengangkut peti kemas melintas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]
Foto udara bongkar muat peti kemas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]
Truk mengangkut peti kemas melintas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]
Foto udara truk mengangkut peti kemas melintas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]
Foto udara truk mengangkut peti kemas melintas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]

Suara.com - Foto udara truk mengangkut peti kemas melintas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif pada Januari hingga Mei 2026 mengalami surplus 4,03 miliar dolar AS.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada Januari-Mei 2026 mencapai 115,36 miliar dolar AS atau naik 3,02 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan terutama ditopang ekspor sektor industri pengolahan.

Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar 111,33 miliar dolar AS atau meningkat 15,24 persen secara tahunan. Peningkatan impor didorong terutama oleh kelompok bahan baku dan barang penolong untuk kebutuhan industri.

Meski secara kumulatif masih surplus, neraca perdagangan pada Mei 2026 mengalami defisit 1,61 miliar dolar AS. Nilai ekspor Mei mencapai 23,20 miliar dolar AS, sedangkan impor sebesar 24,81 miliar dolar AS. [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]

Load More