Foto / News
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:59 WIB
Warga menggembala ternak di persawahan yang kering terdampak musim kemarau di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]
Foto udara persawahan yang kering terdampak musim kemarau di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]
Warga mengambil air di mata air yang tersisa, Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]
Warga menggembala ternak di persawahan yang kering terdampak musim kemarau di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]
Foto udara persawahan yang kering terdampak musim kemarau di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]

Suara.com - Warga menggembala ternak di persawahan yang kering terdampak musim kemarau di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat di Jawa Barat mencapai puncak kekeringan pada September-Oktober, dan hujan diprediksi mulai turun secara bertahap pada November.

Kekeringan di Jawa Barat diperkirakan masih berlanjut hingga Oktober seiring El Nino yang sangat kuat. BMKG mengingatkan masyarakat menghemat air dan mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran lahan.

Pemkab Bogor telah menyalurkan sekitar 1,8 juta liter air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan di 31 kecamatan. Bantuan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kemarau. [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]

Load More