Foto udara suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin(2/11/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz]
Kapal kontainer Xin Yong Chang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin(2/11/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz]
Foto udara suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin(2/11/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz]
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (2/11/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz]
Foto udara suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin(2/11/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz]
Suara.com - Foto udara suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin(2/11/2026). Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mengalami surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS.
Ekspor Indonesia pada September 2026 mencapai US$27,59 miliar, lebih tinggi dibandingkan impor yang sebesar US$24,23 miliar. Kinerja ekspor tersebut meningkat 11,87 persen dibandingkan September 2025.
Surplus terutama ditopang perdagangan nonmigas yang mencapai US$5,67 miliar. Komoditas penyumbangnya antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-September 2026 mencatat surplus US$10,61 miliar. Angka itu ditopang surplus nonmigas US$34,21 miliar, sementara sektor migas masih mengalami defisit US$23,60 miliar. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz]