Fresh.suara.com - Deolipa Yusmara, mantan pengacara Bharada E menjabarkan apa tujuannya berencana menggugat negara senilai Rp15 triliun lantaran dirinya diberhentikan menjadi pengacara Bharada E dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang melibatkan eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Kepada wartawan, Deolipa merinci, untuk apa saja uang belasan triliun itu akan ia belanjakan.
“Saya mau foya-foya 15 triliun itu begini, kan lima hari (kerja), 3 triliun saya mau kasih ke semua petani petani di indonesia, 3 triliun lagi saya mau bagi ke seluruh wartawan di Indonesia, media massa yang ada di indonesia, 3 triliun lagi saya mau bagi ke seluruh orang susah di seluruh indonesia, 3 triliun lagi saya mau bikin supaya SDM Polri ini jadi bagus, jadi duitnya saya bagi-bagi aja ke seluruh anggota polisi, 3 triliun lagi saya mau beli Gunung Salak, eh nggak deng, 3 triliun lagi saya mau kasih sama mungkin keluarga korban kali ya, orang-orang yang menderita gara-gara ini, mungkin pengacara-pengacara yang ikut kerja, semuanya. Saya cuma ambil 0,00 rupiah, jadi kosong saya ambil,” tutur Deolipa panjang lebar dalam tayangan berita Metro TV yang diunggah ke YouTube.
Apa yang disampaikan Deolipa Yumara merupakan bentuk kekesalannya atas pencabutan kuasa hukum sepihak atas tersangka Bharada Eliezer alias Richard Eliezer alias Bharada E. Dirinya memperoleh surat pencabutan kuasa yang ditandatangani Eliezer. Hal tersebut dinilai Deolipa dapat dikatakan batal demi hukum lantaran tidak disepakati lewat pertemuan antara pengacara dan kliennya.
“Mana ada pencabutan sepihak, surat kuasa adalah surat yang sifatnya para pihak, pemberi kuasa, penerima kuasa, pemberi kuasa mencabut, penerima kuasa mempunyai hak yang namanya hak retensi. Hak retensi adalah hak untuk menahan semua keadaan, baik dokumen-dokumen hukum, baik bukti-bukti, baik cinta, baik perasaan, baik cerita, dan sebelum kita ngasih itu, pengacara baru harusnya tidak boleh menceritakan apapun juga, karena semua itu masih hak kami. Makannya saya mau gugat, yang saya gugat pengacaranya, negara, bareskrim,” ujar Deolipa.
Berita Terkait
-
Keponakan Ariel NOAH Tantang Irjen Ferdy Sambo Lakukan Ini karena Sudah Korbankan Suaminya
-
Deolipa: Ferdy Sambo dan Putri Janjikan Rp1 M untuk Bharada E usai Eksekusi Brigadir J
-
Eks Pengacara Bharada E Minta Bayaran Rp15 Triliun, Kalau Tidak Dikasih Siap Gugat Negara
-
Mahfud MD Sebut Ada Hal Menjijikan pada Laporan Dugaan Pelecehan pada Istri Ferdy Sambo
-
Soal Istri Ferdy Sambo, Mahfud MD Ungkap Fakta Baru
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elit Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Keluarga yang Tak Dirindukan: Potret Pahit Generasi Sandwich di Netflix
-
Apakah HP Kemasukan Air Bisa Diperbaiki? Ini 5 Rekomendasi Ponsel Tangguh Tahan Air
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Apakah Sepeda Lipat Bisa Naik KRL? Cek 5 Rekomendasi Paling Kokoh yang Penuhi Syarat
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
4 Moisturizer Lokal Licorice untuk Wajah Cerah dan Lembap Sepanjang Hari
-
5 Brand Parfum Lokal Anti Mainstream, Wajib Masuk Koleksi!
-
Nia Ramadhani Akhirnya Klarifikasi Isu Cerai dengan Ardi Bakrie
-
Pendidikan Tanpa Ketegasan: Dilema Jadi Guru di Zaman Mudah Tersinggung