SuaraGarut.id- Pernah gak sih kalian berpikir, mengapa negara-negara yang memiliki empat musim kebanyakan ekonominya maju?
Seperti negara-negara Eropa, Amerika, bahkan Asia Timur seperti China, Jepang, dan Korea.
Sedangkan negara yang beriklim 2 dan tropis, jarang banget menjadi negara maju secara ekonomi.
Memang sulit dipercaya keterkaitan antara iklim, dengan kemajuan sebuah wilayah, dan ini sudah dibuktikan oleh peneliti dan ahli keuangan.
Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan kebudayaan, antara masyarakat beriklim dua dengan masyarakat yang berikilm empat.
Masyarakat yang beriklim empat, setiap tahunnya akan mengalami kelangkaan sumber makanan, dikarenakan adanya musim salju.
Saat musim salju datang, tanah-tanah tidak dapat di tanami tumbuhan, hewan buruan bersembunyi, hewan ternak juga mati kelaparan.
Ini membuat masyarakat beriklim empat bertarung melawan keadaan, dan terus berinovasi mengembangkan pengetahuan dan teknologi.
Dan kemajuan negara-negara 4 musim semakin pesat lagi, pada puncaknya ketika Revolusi Industri dimulai.
Baca Juga: ASN yang Mau Pindah ke IKN Nusantara Dijanjikan Punya Hidup Lebih Baik Ketimbang di Jakarta
Kemajuan suatu wilayah tidak lagi diukur oleh sumber daya alamnya saja, tapi juga dari efisensi industri, teknologi, dan jalur perdagangan.
Sedangkan masyarakat beriklim dua atau tropis, mereka tidak terlalu menghadapi tantangan alam yang begitu sulit.
Sebab mereka mendapatkan matahari yang cukup, air hujan yang cukup yang membuat tanah mereka subur, bahkan tongkat kayu jadi tanaman.
Yang pada akhirnya masyarakat beriklim dua pun, jadi tertinggal jauh oleh masyarakat yang berikilim empat.
Wilayah empat musim yang dulu dipaksa beradaptasi dan berinovasi, oleh alam yang ekstrim selama berabad-abad.
Kini menjelma menajdi kekuatan ekonomi yang dominan di dunia, tetapi ini bukanlah simpulan akhir.
Sebab saat ini kita sudah memasu era baru, yaitu era teknologi informasi dan kecerdasan buatan.
Dimana faktor kemakmuran suatu wilayah, sudah tidak dipengaruhi lagi oleh iklim, tapi bagaiamana suatu negara bisa berintegritas mengelola sumber dayanya.(*)
Editor: Mustika Ati
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
3 Opsi Mobil Keluarga Saudara Suzuki Ertiga: Harga di Bawah LCGC, Punya Fitur Kelas Atas
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen
-
Alasan Bank Jakarta Bantu Pelita Jaya Arungi IBL 2026
-
25 Pejabat Baru Pemkot Pekanbaru Resmi Dilantik, Ini Daftar Namanya
-
15 Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bahasa Jawa, Bisa Dibagikan ke Orang Tua
-
Sinopsis Love Story in the 1970s, Drama China Terbaru Arthur Chen di WeTV
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta
-
Ternyata Klapanunggal Bogor Punya Destinasi Healing & Spot Asyik untuk Keluarga
-
Cak Imin Ingatkan Dampak Bencana Bisa Ciptakan Kemiskinan Baru