SUARA GARUT - Komisi II DPR RI, memberikan rentang waktu pada pemerintah, sebelum 28 November nasib honorer harus sudah final.
Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan KemenpanRB di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta.
RDP Komisi II DPR RI yang dipimpin Ahmad Doli Kurnia Tanjung itu secara khusus membahas masalah penyelesaian tenaga honorer.
Pimpinan rapat, meminta KemenpanRB, menyelesaikan masalah honorer sebelum tenggat kebijakan penghapusan honorer pada 28 November mendatang.
Dihimpun garut.suara.com dari berbagai sumber pada, Rabu, (12/04/2023), RDP tersebut menjadikan penyelesaian honorer menjadi skala prioritas.
Pimpinan Rapat sekaligus politisi Golkar saat membacakan resume, meminta KemenpanRB memperhatikan beberapa hal yaitu:
1. Tidak ada pemberlakuan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kepada seluruh tenaga honorer.
2. Tidak ada tenaga honorer yang dikurangi honor yang diterimanya saat ini.
3. Kebijakan yang diambil menghindari adanya pembengkakan anggaran.
Baca Juga: Minibus Masuk ke Jurang di Samosir, 2 Orang Tewas
4. Tetap Menerapkan prinsip keadilan, kompetitif dan memberikan kesempatan sama bagi seluruh warga negara untuk menjadi ASN.
Keberadaan honorer dipandang sangat krusial dalam membantu pelayanan publik.
Jika penghapusan honorer dilakukan tanpa adanya solusi, maka dimungkinkan akan menimbulkan petaka bagi semua pihak.
Salahsatunya, pengangguran massal, kehilangan pekerjaan dan kehilangan pendapatan.
Oleh sebab itu, solusi yang ditawarkan bisa jadi akan diangkat menjadi ASN berdasarkan skala prioritas.
Pasalnya menurut KemenpanRB, diangkat seluruhnya tidak memungkinkan karena akan membebani anggaran.
Berita Terkait
-
Hindari Pengangguran Massal, PANRB Ajukan Tiga Poin Penting Soal Honorer, yang Terakhir Bisa Jadi Solusi
-
PANRB Rencanakan Penghapusan Honorer November 2023, Mungkinkan Gelombang PHK Massal akan Terjadi?
-
Mahfud MD dan Sri Mulyani Hadiri RDP Komisi 3 DPR RI, Benny K Harman Samakan Kasus Uang Rp.349 Triliun dengan Century
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
Terkini
-
Mimpi Ekspor IKM Jogja Terhambat Konflik Global: Antara Harapan dan Gigit Jari
-
7 Rekomendasi Oli Motor Matic yang Bagus untuk Mudik Jarak Jauh, Tarikan Gas Jadi Enteng
-
Puncak Watu Bengkah Gunung Klotok Kediri: 536 Mdpl yang Bikin Ngos-ngosan
-
Menkomdigi Batasi Anak Main Roblox, Ini 7 Alternatif Game Seru yang Wajib Kamu Coba!
-
Tembus 3.264 Aduan: Jabar, Sumut, dan Kalteng Jadi Provinsi Paling Rawan Konflik Agraria
-
Innalillahi, Maia Estianty Bagikan Kabar Duka
-
Awas Sertifikat Tanah Anda Palsu, Begini Cara Cek Keasliannya!
-
Pelatih Timnas Irak Desak FIFA Tunda Playoff Piala Dunia 2026
-
Materi Toraja Jadi Kasus, Pandji Pragiwaksono Janji Perbaiki Menulis Jokes
-
Overtourism Bahayakan Lingkungan? Ketika Jejak Karbonmu Lebih Berat dari Koper