- Pembeli mobil hybrid bekas wajib memeriksa kondisi kesehatan baterai menggunakan alat pemindai OBD dan riwayat servis resmi.
- Kesehatan baterai yang buruk berdampak pada penurunan performa kendaraan serta biaya perbaikan komponen yang sangat mahal.
- Terdapat lima pilihan mobil hybrid bekas populer di Indonesia dengan berbagai keunggulan, kisaran harga, dan besaran pajak.
Suara.com - Membeli mobil hybrid bekas memang godaan yang sulit ditolak. Bayangkan, bisa merasakan sensasi mobil irit bahan bakar dan ramah lingkungan dengan harga yang lebih bersahabat.
Namun, di balik label "irit" itu, tersimpan satu komponen yang wajib diperiksa kesehatannya, yaitu baterai. Ibarat membeli ponsel bekas, kondisi baterai adalah salah satu kunci utama.
Jika baterainya sudah "bapuk", performa mobil akan menurun drastis dan biaya perbaikannya bisa bikin dompet menjerit. Harga baterai hybrid baru bisa mencapai puluhan, bahkan separuh dari harga mobil itu sendiri.
Nah, supaya pengalaman membeli mobil hybrid bekas tidak berubah jadi cerita horor, ada beberapa cara mudah yang bisa kamu lakukan.
Tidak perlu jadi mekanik profesional, cukup dengan menjadi pembeli yang teliti, kamu sudah bisa mendeteksi apakah "jantung" mobil hybrid itu masih dalam kondisi prima atau sekadar bertahan.
Langkah pertama, manfaatkan teknologi. Saat test drive, mintalah kepada penjual untuk melakukan pemindaian menggunakan alat diagnostik (OBD scanner). Alat ini bisa membaca data sistem hybrid, termasuk State of Health (SoH) baterai. Jika kesehatan baterai menunjukkan angka di bawah 70%, bersiaplah untuk merogoh kocek lebih dalam dalam waktu dekat.
Selain itu, perhatikan sensasi berkendara. Apakah akselerasi terasa kurang responsif? Apakah konsumsi BBM justru boros karena mesin bensin seolah terus bekerja lebih keras?
Selanjutnya, perhatikan indikator di panel instrumen. Jika lampu indikator "Check Engine" atau peringatan sistem hybrid tiba-tiba menyala, jangan abaikan. Itu pertanda ada yang tidak beres.
Tanda klasik lainnya adalah baterai yang terisi (charging) dan kosong (discharging) dengan sangat cepat, mirip seperti baterai ponsel lawas yang sudah rusak.
Baca Juga: Baterai EV Baru Bisa Isi Daya Kilat, Jarak Tempuh Setara Jogja-Bali, Bahannya Banyak di Indonesia
Jangan lupa, salah satu dokumen paling krusial adalah riwayat servis. Mobil hybrid yang rutin diservis di bengkel resmi akan memiliki catatan dan laporan hasil pemeriksaan kesehatan baterai yang transparan. Jika penjual tidak bisa menunjukkan dokumen ini, kamu patut curiga.
Setelah paham cara mengeceknya, mari kita lihat lima opsi mobil hybrid bekas yang masih populer dan mudah ditemui di jalanan Indonesia.
1. Toyota Yaris Cross Hybrid (2022-2024)
Beralih dari model lawas, Toyota Yaris Cross adalah jawaban SUV hybrid modern yang kini berseliweran di mana-mana. Mobil ini menggendong mesin 1.500 cc 4-silinder bertenaga 90 hp yang dipadukan dengan motor listrik.
Di pasaran, Yaris Cross Hybrid bekas tahun 2023 kini bisa kamu dapatkan di rentang harga Rp290 juta hingga Rp350 jutaan. Untuk pajak tahunannya, siapkan dana sekitar Rp7 jutaan per tahun.
Keunggulannya jelas, desain stylish ala SUV modern, konsumsi BBM super irit, dan tentu saja, popularitasnya yang bikin nilai jual kembali tetap tinggi.
Berita Terkait
-
Baterai EV Baru Bisa Isi Daya Kilat, Jarak Tempuh Setara Jogja-Bali, Bahannya Banyak di Indonesia
-
6 Trik Mengatur Kecepatan Sepeda Listrik agar Baterai Awet Seharian
-
6 Cara Ekstra Hemat Baterai Mobil Listrik saat di Jalan, Gak Perlu Sering Mampir SPKLU
-
Spesifikasi Wuling Eksion 2026 Lengkap dengan Harga, SUV Hybrid EV 7 Seater Cocok Buat Keluarga
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Berapa Biaya Asli Pajak Toyota Avanza 2026? Intip Hitungan Eksklusif Biar Dompet Gak Kaget
-
Bukan Cuma Polygon, Ini 5 Sepeda Gunung MTB Kuat Terbaik Budget Terjangkau
-
Bongkar Tuntas Biaya Perawatan dan Spesifikasi Lengkap Wuling Eksion EV dan PHEV, Irit Banget?
-
Baterai EV Baru Bisa Isi Daya Kilat, Jarak Tempuh Setara Jogja-Bali, Bahannya Banyak di Indonesia
-
5 Motor Listrik Murah untuk Pekerja Gaji UMR, Hemat dan Anti Rewel
-
Terpopuler: 5 Sepeda Listrik Murah dan Awet, Daya 450 VA Cukup untuk Charge Motor Listrik?
-
Harga Pertamax Naik Terus, Ini 7 Pilihan Mobil Bekas 7-Seater yang Irit dan 'Ramah' Pertalite
-
Cara Mencuci Sepeda Listrik yang Benar dan Aman, Tak Khawatir Korsleting
-
Bisakah Mesin Diesel Tua Pakai B50? Ini yang Harus Dipertimbangkan
-
Apakah Daya 450 VA Bisa untuk Charge Motor Listik? Ini Solusi Supaya Tidak 'Jeglek'